Aktivitas Masyarakat Jawa yang Nostalgic dan Istimewa

Aktivitas Masyarakat Jawa yang Nostalgic dan Istimewa
Jethungan (Gambar: Pinterest)

Jatengkita.id – Bagi masyarakat Jawa, menghadapi era modern merupakan ancaman dan tantangan besar. Ada aktivitas atau kebiasaan yang sepenuhnya hilang. Beberapa masih dilakukan, namun sangat sulit dijumpai.

  • Jethungan

Dulu, ada salah satu kebiasaan masyarakat Jawa yang dilakukan setiap malam. Namanya jethungan. Orang-orang keluar malam hari, mulai dari petang atau usai salat Isya, kemudian menggelar tikar.

Tidak hanya orangtua, bahkan anak-anak pun larut dalam momen ini. Aktivitasnya sederhana, hanya mengamati bintang. Ada yang sambil tiduran, sambil ngemil jajanan rebusan, atau sambil ngobrol hal apapun.

Nyamuk dan udara malam yang dingin tidak pernah jadi persoalan. Langit gelap yang membentang di atas dengan banyak taburan bintang nyatanya mampu jadi keistimewaan. Tak ada suara kendaraan lalu lalang. Hening, mungkin hanya suara jangkrik yang justru menjadikan suasana malam semakin menawan.

Sapaan dari orang-orang yang melintas menambah malam semakin harmonis. Sarung atau bantal yang jadi supporting system semakin menambah kehangatan.

Suasana seperti itulah yang sekarang mungkin tidak lagi kita temukan. Setiap rumah kini punya televisi. Mereka lebih memilih menyalakan siaran layar yang variatif, menghibur, dan mengagumkan karena visual yang semakin menarik.

Kehangatan antartetangga yang dulu sempat terhimpun, kini hanya tinggal kenangan rasa.

aktivitas masyarakat jawa
Petanan (Gambar: merdeka.com)
  • Nggendheng

Nggendheng artinya bernyanyi syair Jawa dengan nada yang merdu. Orangtua sering melakukannya untuk menidurkan anak-anak saat siang hari atau saat rewel. Sambil bernyanyi dan berjalan-jalan, syair yang menenangkan tersebut ampuh membuat anak tidur tak berapa lama kemudian.

Biasanya, syair yang dinyanyikan berisi nasihat dengan alunan nada yang memang menenangkan. Anak-anak digendong menggunakan jarik, dielus atau ditepuk-tepuk lembut, sambil dikipas menggunakan kipas anyaman bambu yang biasa digunakan untuk berjualan sate.

Kini, aktivitas tersebut mulai jarang ditemukan. Sudah ada kipas angin, sebotol susu, atau bahkan smartphone yang menjadi pengganti nggendheng.

Baca juga: Musik Gamelan: Benarkah Laras Pelog dan Sendro Menenangkan Jiwa?

  • Petanan

Kebiasaan ini sering dilakukan kaum perempuan. Petanan adalah aktivitas mencari kutu rambut. Bahkan, jika kutu seseorang terlalu banyak, ada lebih dari satu orang diperbantukan. Petanan biasanya dilakukan di samping atau teras rumah yang terkena angin semilir, teduh, dan terhindar paparan sinar matahari.

Obrolan dan nasihat menjadi bumbu dari aktivitas ini. Karenanya, petanan sering tanpa sadar dihabiskan dalam waktu yang cukup lama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *