Ini Alasan Layanan Cloudflare Down dan Dampaknya pada Internet

Ini Alasan Layanan Cloudflare Down dan Dampaknya pada Internet
(Gambar: theguardian.com)

Jatengkita.id – Salah satu penyedia layanan keamanan dan jaringan distribusi konten (CDN) terbesar di dunia, Cloudflare, sempat mengalami gangguan besar. Cloudflare down menyebabkan beberapa insiden, salah satunya kelumpuhan layanan internet di berbagai negara seperti Indonesia.

Hal ini berdampak pada sejumlah platform populer dan layanan digital seperti ChatGPT serta Sora milik OpenAI, platform X yang dimiliki Elon Musk, hingga situs resmi BMKG. Layanan tersebut dilaporkan mengalami gangguan hingga tidak dapat diakses untuk sementara waktu.

Setelah sempat menjadi perhatian global, Cloudflare akhirnya mengungkap penyebab utama terjadinya masalah tersebut.

Melansir dari antaranews.com, Matthew Prince yang merupakan CEO Cloudflare, menjelaskan bahwa gangguan itu dipicu oleh kesalahan instruksi pada Basis Data ClickHouse. Sistem ini digunakan perusahaan untuk menyimpan dan mengolah data penting.

Kesalahan tersebut membuat sistem manajemen bot komponen yang bertugas menyaring dan mengatur aktivitas bot menduplikasi aturan kerja secara berulang tanpa henti.

Lonjakan data yang tidak normal ini menyebabkan sistem manajemen bot mengalami overload dan tidak lagi mampu menjalankan fungsinya dengan benar. Ketika sistem bot gagal bekerja, proteksi otomatis Cloudflare langsung aktif.

cloudflare down
(Gambar: rri.co.id)

Sistem proksi inti jalur utama yang menangani arus lalu lintas internet secara otomatis menutup koneksi. Hal tersebut sebagai langkah keamanan untuk mencegah bot berbahaya lolos tanpa pemeriksaan.

Permasalahan ini berdampak cukup luas. Salah satunya, berbagai situs yang bergantung pada Cloudflare tiba-tiba tidak dapat diakses oleh para pengguna atau user yang ingin masuk secara legal dan safety.

Gangguan ini ternyata berimbas di  hampir seluruh dunia, tak hanya di Indonesia saja. Hal ini mengingat Cloudflare sebelumnya menyatakan bahwa sekitar 20 persen lalu lintas internet global melewati jaringannya.

Seharusnya, jaringan ini membantu menjaga stabilitas situs ketika terjadi lonjakan traffic atau serangan Distributed Denial of Service (DDoS). Namun, kesalahan teknis kali ini justru memutus banyak koneksi kritis dan menyebabkan layanan besar termasuk Downdetector mengalami downtime berjam-jam.

Insiden ini pun mengingatkan publik pada beberapa gangguan serupa yang pernah terjadi pada raksasa teknologi lain, seperti Microsoft Azure dan Amazon Web Services. Sebagai langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang, Cloudflare mengumumkan empat rencana perbaikan utama.

Pertama, peningkatan mekanisme penerimaan data baru agar duplikasi tidak terjadi lagi. Selanjutnya, penambahan tombol darurat untuk memutus proses bermasalah secara cepat, serta audit ulang seluruh sistem vital perusahaan.

Baca juga: FGD Sustainability Media di Era Digital, Ketua AMSI Sebut 3 Solusi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *