UNNES Berikan Pelatihan Budidaya Maggot untuk Pengolahan Sampah Organik

UNNES Berikan Pelatihan Budidaya Maggot untuk Pengolahan Sampah Organik
(Foto : Arsip)

Jatengkita.id – Tim pengabdian masyarakat dari Departemen Geografi UNNES memberikan pelatihan budidaya larva Black Soldier Fly (Maggot). Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Selasa (23/07/2024) ini diikuti oleh 17 orang anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Puspitasari, Sampangan.

Tim pengabdian masyarakat Departemen Geografi UNNES memberikan pelatihan budidaya Maggot kepada KWT Puspitasari (Foto : Istimewa)

Adapun kegiatan dilaksanakan di Balai RW 03 Kelurahan Sampangan yang lokasinya juga berdekatan dengan Greenhouse KWT Puspitasari. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan oleh tim yang diketuai oleh Dr. Hariyanto, M.Si. dengan beberapa anggota di dalamnya.

Tujuan pelatihan budidaya Maggot dimaksudkan sebagai solusi pengelolaan sampah organik rumah tangga berkelanjutan.

Black Soldier Fly (BSF) atau dengan nama lain Maggot merupakan jenis serangga yang dapat ditemui di wilayah yang beriklim tropis dan sub-tropis. Serangga ini mampu mendegradasi sampah organik, sehingga banyak orang melakukan budidaya Maggot sebagai alternatif lain dari pengomposan.

Maggot memiliki siklus hidup yang pendek dengan kemampuan beradaptasi yang tinggi. Bahan-bahan organik merupakan makanan utama serangga tersebut. Untuk itu, larva Black Soldier Fly menjadi inovasi pengolahan sampah organik dengan proses yang praktis dan ekologis.

(Foto : Pinterest)

Dalam kegiatan pengabdian ini disampaikan mengenai karakteristik larva Black Soldier Fly (Maggot), mulai dari iklim perkembangannya, siklus hidupnya, hingga manfaatnya. Dalam kegiatan ini, juga disampaikan bagaimana proses budidaya Maggot sebagai pengurai sampah organik. Mulai dari tahap awal hingga tahap akhir, mulai dari bagaimana telur Maggot dihasilkan hingga menjadi lalat Black Soldier Fly.

Lalat Black Soldier Fly sebagai penghasil talur Maggot memiliki siklus hidup selama kurang lebih 40–43 hari mulai dari telur hingga menjadi lalat dan mati. Tahap perkembangan Maggot terdiri atas enam tahap yaitu telur, bayi larva, larva, prepupa, pupa, dan kemudian lalat.

Ketika sudah menjadi lalat Black Soldier Fly, lalat jantan akan mati setelah kawin, sedangkan lalat betina akan mati setelah bertelur. Siklus tersebut akan berlangsung secara terus-menerus, sehingga proses penguraian sampah organik dapat terus dilakukan.

Tahap penguraian sampah paling efektif terjadi pada saat Maggot berada pada usia larva. Pada tahap ini, Maggot mengandung nutrisi paling besar yang potensial sebagai pakan ternak seperti unggas dan ikan.

Beberapa contoh sampah organik rumah tangga yang dapat diuraikan oleh Maggot diantaranya adalah nasi basi, sayuran sisa, buah-buahan sisa, tulang ikan, dan makanan sisa lainnya.

(Foto : Pinterest)

Efektivitas maggot dalam mengelola sampah inilah yang membuatnya dipilih sebagai pengurai sampah yang berkelanjutan. Hal ini karena penguraian sampah dapat berjalan dengan cepat dan Maggot yang dibudidayakan juga ekonomis, sehingga dapat menjadi sumber ekonomi sirkuler bagi masyarakat.

Larva Maggot dapat dijual sebagai pakan ternak, bangkai lalat Black Soldier Fly dapat manfaatkan sebagai pupuk kompos. Selain itu, air lindi dari sampah organiknya dapat bermanfaat sebagai pupuk cair.

Dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini, materi tidak hanya dilakukan melalui ceramah semata, melainkan juga disertai dengan demonstrasi dan praktik. Tim pengabdian masyarakat telah menyiapkan sampel Maggot dari tahap telur, bayi larva, larva, hingga prepupa dan pupa untuk ditunjukkan dan diberikan kepada peserta.

Tim pengabdian juga memberikan bantuan berupa kandang Maggot yang nantinya akan digunakan sebagai tempat budidaya Maggot oleh KWT Puspitasari.

Baca juga : Hati-Hati! Membakar Sampah Bisa Berakibat Fatal

Peserta pengabdian aktif terlibat tanya jawab dan diskusi selama kegiatan berlangsung. Setelah sesi penyampaian materi selesai, selanjutnya tim pengabdian UNNES akan memberikan pendampingan kepada KWT Puspitasari selama periode waktu ke depan hingga mereka dapat melakukan budidaya Maggot secara mandiri.

Kegiatan penyampaian materi ditutup dengan sesi foto bersama. Harapannya, pelatihan yang diberikan oleh tim pengabdian UNNES dapat mengurangi sampah organik rumah tangga di Kelurahan Sampangan serta memberikan income generate bagi anggota KWT Puspitasari Sampangan.

Artikel terkait : Dari Sampah Menjadi Rupiah, Tim Pengabdian Masyarakat UNNES Memberikan Pelatihan Pengelolaan Sampah dengan Larva Black Soldier Fly (BSF) atau Maggot kepada KWT Puspitasari Sampangan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *