Jatengkita.id – Legenda aktris Britania Raya, Dame Margaret “Maggie” Natalie Smith diumumkan meninggal dunia pada hari Jumat (27/09/2024) pagi waktu setempat. Sosok yang memerankan karakter Professor McGonagall dalam franchise Harry Potter ini meninggal di usia 89 tahun.
Nama “Dame” yang tersemat rupanya merupakan gelar spesial yang dianugerahkan Kerajaan Inggris pada tahun 1990. Gelar tersebut adalah Dame Commander of The Order of The British Empire.
Di kalangan pegiat akting, Maggie dikenal sebagai aktris yang cerdas dan berlidah tajam. Ia juga dikenal memiliki selera humor yang menarik. Selama hidupnya, wanita yang mendapat julukan “national treasure” dari Raja Inggris ini berhasil mengoleksi dua piala Oscar.
Oscar pertama ia raih berkat perannya dalam film The Prime of Miss Jean Brodie pada tahun 1969. Lanjut pada tahun 1978, ia kembali dianugerahi piala Oscar dalam karya California Suit sebagai aktris pendukung terbaik.
Tak hanya itu, Maggie juga meraih delapan gelar BAFTA (British Academy of Film Awards) dalam film A Room with A View dan The Lonely Passion of Judith Hearne.
Aktris kelahiran England ini turut serta dalam series Harry Potter yang diadaptasi dari novel karangan JK Rowling. Ia memainkan peran sebagai Wakil Kepala Sekolah Hogwarts School of Witchcraft and Wizardry. Karakter ini sangat ikonik dengan topi runcing dan bertugas mendampingi siswa dalam seleksi asrama saat pertama kali masuk Hogwarts.

Berikut ini rangkuman skenario paling berkesan dari Dame Maggie Smith dalam Harry Potter.
- Harry Potter and The Philosopher’s Stone
Seri awal Harry Potter menceritakan tahun pertama Harry Potter, Ron Weasley, dan Hermione Granger masuk ke Hogwarts. Professor McGonagall menjadi guru Transfigurasi, yaitu salah satu ilmu sihir yang paling rumit dan berbahaya.Karakternya sebagai guru yang berwibawa ditunjukkan lewat sikapnya saat menasihati Harry dan Ron. Keduanya terlambat memasuki kelas dan tak mendapati sang guru dalam ruangan. Rupanya, McGonagall bertransfigurasi menjadi kucing.
Ia lalu mendekati keduanya dan memberi nasihat sarkas, “Mungkin akan lebih berguna bila aku ubah Tuan Potter dan kamu menjadi sebuah jam-kantung.”
- Harry Potter and The Chamber of Secret
Di tahun kedua, McGonagall banyak memberikan informasi perihal misteri Kamar Rahasia. Disini, ia juga menunjukkan kepiawaiannya dalam mengajar Tranfigurasi. Mantra yang ia rapalkan saat mengajar adalah Vera Verto!Mantra ini digunakan untuk mengubah benda mati menjadi hewan yang hidup.
- Harry Potter and The Prisoner of Azkaban
Ketegasan sosok McGonagall tampak di seri ketiga ini. Ia pernah dengan tegas menolak permintaan Harry untuk menandatangani perizinan kunjungan ke Hogsmeade. Alasannya adalah karena wali Harry tidak menandatangani dokumen tersebut.McGonagall, meskipun seorang Kepala Asrama Gryffindor tetap tidak bersedia menggantikan sebagai wali.
- Harry Potter and The Goblet of Fire
Momen berkesan dari Dame Maggie Smith di tahun keempat ini adalah ketika ia meminta Ron Weasley untuk berdansa dengannya. Ia bermaksud mengajarkan tradisi Dansa Yule selama gelaran Turnamen Triwizard kepada seluruh siswa.
Maggie bersama Michael Gambon saat scene Yule Ball (Gambar : Pinterest) McGonagall mengatakan bahwa Godric Gryffindor yang merupakan salah satu pendiri Hogwarts tidak pernah melewatkan tradisi ini. Gryffindor selalu menjadi teladan dan menjaga nama baik asrama.
Selain itu, McGonagall juga menjadi yang paling keras menantang keikutsertaan Harry Potter dalam turnamen karena berbahaya untuk tingkat usianya. Disinilah sosok keibuannya muncul dan terasa sangat hangat.
- Harry Potter and The Order of The Phoenix
Seri kelima Harry Potter menampilkan sosok Harry yang emosional. Salah satu penyebabnya adalah koneksi yang terjalin antara dirinya dengan Voldemort yang tidak bisa ia kendalikan.Ia sering mengalami mimpi buruk alih-alih sebuah petunjuk peristiwa nyata. Disini, McGonagall berperan untuk mendampingi Harry dan menenangkannya.
- Harry Potter and The Half-Blood Prince
Di tahun keenam, Harry Potter harus menghadapi kehilangan untuk kesekian kalinya. Albus Dumbledore meninggal dunia karena dibunuh oleh Severus Snape. Ia tak lagi memiliki sosok panutan dan pelindung.McGonagall berusaha untuk menjadi sebaik-baik pengganti bagi Harry. Ia mengulurkan tangan, berupaya menjadi pendengar, dan selalu memberi dukungan. Ia menjadi sosok yang sangat hangat.
“Kalau kau butuh bicara pada seseorang,” tawarnya pada Harry.
“Tidak,” potong Harry.
“Kau tahu. Professor Dumbledore. Kau sangat berarti baginya,” jelas McGonagall.Dalam buku ini juga diceritakan bahwa McGonagall memberikan banyak saran yang cukup keras kepada Harry agar ia bisa lolos menjadi Auror.
- Harry Potter and The Deathly Hollows
“Piertotum Locomotor”!Mantra ini begitu terkenal dalam seri terakhir Harry Potter. McGonagall melantunkan itu dalam upayanya membangun benteng pertahanan untuk melindungi Hogwarts. Ia bersama dengan pejuang wanita lain, seperti Molly dan Ginny Weasley, mengambil peran dalam mempertahankan kastil.

Adegan McGonagall melawan Snape dalam Harry Potter 7 part 2 (Gambar : Pinterest) Tahun ketujuh merupakan peristiwa Perang Hogwarts yang juga menjadi ending cerita Harry di asrama sihir. Saat muncul di aula, McGonagall langsung menanyakan apa yang dibutuhkan Harry sampai-sampai ia mendatangi bahaya dimana Voldemort dan Death Eaters saat itu mengepung Hogwarts.
Harry hanya mengatakan ia butuh waktu sebanyak mungkin. Dan tanpa penjelasan panjang, McGonagall bergegas untuk mengulur waktu dan berhasil membantu Harry.
Selain hal di atas, apa lagi momen menarik bagimu sebagai Potterhead?
Artikel terkait : Harry Potter Resmi Open Casting untuk Series HBO Mendatang






