Jatengkita.id – Batik merupakan salah satu budaya dari Indonesia yang populer dan sudah dikenal oleh negara-negara lain. Setiap daerah di Indonesia memiliki batik khas yang didasarkan pada latar belakang masing-masing, terutama filosofi batik.
Di Jawa Tengah sendiri, ada tiga jenis batik populer yang jadi pilihan unggulan, yaitu Solo, Pekalongan, dan Lasem. Ketiganya memiliki karakteristik sendiri.
-
Batik Solo
Batik Solo terkenal dengan teknik tulis atau cap tradisional, umumnya menggunakan pewarna alami. Biasanya, warna yang dipakai lebih kalem seperti cokelat (sogan), krem, dan hitam.
Warna-warna tersebut melambangkan ketenangan dan kerendahan hati. Batik Solo seringkali memancarkan kesan anggun dan filosofis, seperti motif parang, sidomukti, dan truntum.
Pada motif sidomukti, motif ini melambangkan suatu keinginan agar pemakainya bisa mendapatkan kemakmuran dan kebahagiaan.
Dan pada motif truntum, motif ini melambangkan kasih sayang abadi. Biasanya motif truntum digunakan ketika acara besar seperti resepsi pernikahan yang dipakai oleh orang tua pengantin.
Sedangkan untuk motif parang, melambangkan jalinan hubungan. Digambarkan berbentuk huruf “S” yang bermakna sebagai suatu kekuatan dan semangat.

-
Batik Pekalongan
Sebagai salah satu daerah penghasil batik terbesar di Indonesia, batik Pekalongan terkenal dengan teknik coletan. Teknik coletan atau menyapu warna dengan kuas pada batik Pekalongan dianggap lebih fleksibel.
Filosofi batik Pekalongan cenderung menggunakan warna-warna yang lebih cerah seperti merah, kuning, hijau, dan biru. Warna-warna tersebut mencerminkan keceriaan pesisir.
Batik Pekalongan punya beberapa motif seperti jlamprang, tujuh rupa, dan terang bulan. Masing-masing motif memiliki filosofinya tersendiri.
Pada jlamprang, motif ini melambangkan toleransi, biasanya didominasi oleh bentuk geometris seperti titik, lingkaran, dan kotak yang terinspirasi dari budaya India (Patola) dan Arab.
Motif tujuh rupa pada batik Pekalongan dikenal dengan warnanya yang cerah serta motif naturalis (tumbuhan/hewan). Motif ini mendapatkan pengaruh dari budaya Tiongkok, di mana motif ini melambangkan kedamaian dan kesuburan.
Sedangkan untuk motif terang bulan pada batik Pekalongan, terkenal dengan coraknya yang menggambarkan keindahan bulan purnama. Biasanya, disatukan dengan motif flora dan fauna, di mana hal tersebut melambangkan kebahagiaan dan kebijaksanaan.
-
Batik Lasem
Batik Lasem terkenal dengan ciri khasnya sebagai batik pesisir yang indah. Warna yang digunakan juga lebih cerah dan berani seperti merah darah.
Warna merah khas batik Lasem dihasilkan dari akar mengkudu, sehingga sering disebut sebagai warna merah pitik (ayam).
Batik Lasem punya ciri khas perpaduan motif batik Jawa dan corak Tiongkok sebagai hasil dari akulturasi budaya. Batik yang berasal dari Kota Rembang ini menggunakan motif seperti burung, naga, dan gunung ringgit.
Motif burung melambangkan keabadian dan keindahan, sedangkan motif naga melambangkan kekuasaan dan kesaktian. Dan pada motif gunung ringgit melambangkan harapan setinggi gunung dan sebanyak ringgit (uang) untuk mencari keberkahan.
Baca juga: Kampung Batik Lasem : Daya Tarik Budaya dan Wisata Edukasi

