Jatengkita.id – Tahukah kamu bahwa Kota metropolitan di Jawa Tengah tidak hanya satu? Selain Kota Semarang, ada kawasan Solo Raya yang juga berkembang sebagai pusat pertumbuhan regional.
Dua kawasan ini dikenal dengan nama Kedungsepur dan Solo Raya, yang sama-sama menjadi motor ekonomi provinsi.
Lantas, apa yang membuat suatu wilayah disebut metropolitan? Daerah mana saja yang masuk dalam Kedungsepur dan Solo Raya? Apakah ada regulasi resminya? Berikut penjelasan lengkapnya.
Apa Itu Kawasan Metropolitan?
Secara umum, kawasan metropolitan adalah wilayah perkotaan yang terdiri dari satu kota inti dan beberapa daerah penyangga yang saling terhubung secara ekonomi, sosial, dan infrastruktur.
Ciri-cirinya antara lain jumlah penduduk besar dan aktivitas urban tinggi, mobilitas komuter antarwilayah, integrasi ekonomi dan permukiman, dan menjadi pusat pertumbuhan regional.
Di Jawa Tengah, yang memenuhi ciri-ciri ini ada di dalam dua kawasan utama, yaitu Kedungsepur dan Solo Raya.
Kedungsepur, Kawasan Metropolitan Berbasis Industri dan Logistik
Wilayah Kedungsepur meliputi,
- Kota Semarang (kota inti);
- Kabupaten Semarang;
- Kabupaten Kendal;
- Kabupaten Demak;
- Kabupaten Grobogan.
Nama Kedungsepur merupakan akronim dari Kendal, Demak, Ungaran (Kabupaten Semarang), Semarang, dan Purwodadi (Grobogan).
Sebagai ibu kota provinsi, Kota Semarang menjadi pusat pemerintahan, perdagangan, jasa, hingga industri. Perkembangannya meluas ke wilayah sekitar, menciptakan integrasi kawasan yang kuat.
Daya Tarik Kedungsepur
- Kawasan Industri dan Investasi
Salah satu magnet utamanya adalah Kawasan Industri Kendal yang menarik investor nasional maupun asing.
- Pusat Logistik Nasional
Didukung oleh Pelabuhan Tanjung Emas dan Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani, kawasan ini menjadi simpul distribusi penting di Pulau Jawa.
- Akses Tol Trans Jawa
Infrastruktur jalan tol mempercepat mobilitas barang dan manusia.
- Regulasi Kedungsepur
Pengembangan Kedungsepur diperkuat melalui Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2019 tentang percepatan pembangunan ekonomi kawasan Kendal–Semarang–Demak–Ungaran.
Artinya, Kedungsepur merupakan kawasan metropolitan yang memiliki legitimasi dan arah kebijakan nasional.

Solo Raya, Metropolitan Berbasis Budaya dan Ekonomi Kreatif
Wilayah Solo Raya meliputi,
- Kota Surakarta (kota inti)
- Kabupaten Sukoharjo
- Kabupaten Karanganyar
- Kabupaten Wonogiri
- Kabupaten Sragen
- Kabupaten Klaten
Kawasan ini juga dikenal dengan istilah Subosukawonosraten. Sebagai kota inti, Surakarta menjadi pusat aktivitas perdagangan, pendidikan, kesehatan, dan pariwisata bagi wilayah sekitarnya.
Daya Tarik Solo Raya
- Wisata dan Budaya
Keberadaan Keraton Surakarta dan sentra batik seperti Kampung Batik Laweyan menjadikan Solo Raya identik dengan budaya Jawa.
- UMKM dan Ekonomi Kreatif
Sektor batik, kuliner, dan industri kreatif berkembang pesat dan menjadi penopang ekonomi daerah.
- Transportasi dan Konektivitas
Didukung oleh Bandara Internasional Adi Soemarmo serta jalur kereta api dan jalan nasional.
Berbeda dengan Kedungsepur, Solo Raya belum memiliki Peraturan Presiden khusus yang mengatur pengembangannya sebagai kawasan metropolitan. Namun kawasan ini tetap diakui dalam dokumen perencanaan tata ruang Provinsi Jawa Tengah dan berkembang melalui kerja sama lintas daerah.
| ASPEK | KEDUNGSEPUR | SOLO RAYA |
| Kota Inti | Semarang | Surakarta |
| Karakter Utama | Industri & Logistik | Budaya & Ekonomi Kreatif |
| Regulasi Nasional | Ada Perpres | Belum spesifik |
| Peran Regional | Pusat ekonomi Jateng | Pusat budaya & jasa |
Kedungsepur dan Solo Raya merupakan dua kawasan metropolitan utama di Jawa Tengah. Keduanya memiliki peran strategis dengan karakter berbeda.
Kedungsepur unggul dalam sektor industri dan logistik dengan dukungan regulasi nasional yang kuat. Sementara Solo Raya menonjol dalam bidang budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif dengan integrasi kawasan yang terus berkembang.
Dengan potensi yang dimiliki, kedua kawasan ini diproyeksikan menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah di masa depan.
Baca juga: Deretan Kota Metropolitan di Jawa Tengah, Modis dan Kontributif


