Jatengkita.id – Gout atau penyakit asam urat adalah jenis radang sendi yang timbul akibat penumpukan kristal asam urat dalam sendi. Ini merupakan bentuk umum dari radang sendi yang sangat menyakitkan dan biasanya mempengaruhi satu sendi pada satu waktu, seringkali sendi jempol kaki.
Serangan nyeri gout yang berulang dapat berkembang menjadi arthritis gout, yaitu bentuk radang sendi yang lebih parah. Penyakit ini bisa mempengaruhi berbagai sendi, termasuk jari kaki, pergelangan kaki, lutut, dan paling sering pada jempol kaki.
Gejala gout meliputi nyeri hebat, pembengkakan, dan sensasi panas di sekitar persendian. Penyakit ini lebih sering menyerang pria, terutama mereka yang berusia di atas 30 tahun. Pada wanita, gout biasanya muncul setelah menopause.
Rasa sakit yang dialami penderita gout bisa berlangsung antara 3-10 hari, dengan gejala yang berkembang sangat cepat dalam beberapa jam pertama.
Gout dapat sangat mengganggu aktivitas sehari-hari karena serangan nyeri yang tak tertahankan. Faktor risiko yang dapat memicu serangan gout termasuk konsumsi makanan tinggi purin seperti daging merah dan makanan laut, konsumsi alkohol, serta kondisi medis tertentu seperti hipertensi dan diabetes.
Penting untuk mengelola gout melalui perubahan gaya hidup dan pengobatan yang tepat untuk mencegah serangan berulang dan komplikasi lebih lanjut.
Simak video terkait : JANGAN REMEHKAN ASAM URAT – FATMA RINDYANI
Apa gejala dari gout?
Gejala dan tanda-tanda yang sering muncul pada penderita gout meliputi,
- Nyeri Hebat dan Mendadak
Penderita sering mengalami rasa nyeri yang sangat hebat dan tiba-tiba, terutama pada ibu jari kaki dan jari kaki lainnya.
- Gangguan Fungsi Sendi
Fungsi sendi sering terganggu. Biasanya di satu tempat, dengan sekitar 70-80% kasus terjadi pada pangkal ibu jari kaki.
- Hiperurikemia dan Penumpukan Kristal Asam Urat
Terjadi peningkatan kadar asam urat dalam darah (hiperurikemia) dan penumpukan kristal asam urat dalam cairan dan jaringan sendi, ginjal, tulang rawan, dan jaringan lainnya.
- Serangan Artritis Akut
Penderita sering mengalami lebih dari satu kali serangan radang sendi (artritis) yang bersifat akut.
- Nyeri pada Satu Sendi
Serangan nyeri biasanya terjadi pada satu sendi, terutama pada sendi ibu jari kaki. Namun, serangan juga bisa terjadi di tempat lain seperti pergelangan kaki, punggung kaki, lutut, siku, pergelangan tangan, atau jari-jari tangan.
- Kemerahan pada Sendi
Sendi yang terkena biasanya tampak kemerahan dan meradang.
- Peradangan dan Demam
Peradangan sering disertai dengan demam, dengan suhu tubuh lebih dari 38°C. Pembengkakan pada sendi yang terkena biasanya tidak simetris dan terasa panas.
- Nyeri Hebat di Pinggang
Jika terjadi batu ginjal akibat penumpukan asam urat di ginjal, penderita bisa mengalami nyeri hebat di pinggang.
Berapa normal asam urat dalam tubuh kita?
Menurut WHO, kadar normal asam urat pada pria berkisar antara 3,5 hingga 7 mg/dl, sedangkan pada wanita berkisar antara 2,6 hingga 6 mg/dl.
Cara Mengobati Gout
Penyakit gout dapat diobati dan dikelola dengan baik melalui kombinasi perawatan medis dan strategi manajemen diri yang efektif. Untuk mengatasi serangan asam urat, perawatan medis sering melibatkan penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) seperti ibuprofen, steroid, dan colchicine.
Pencegahan serangan dapat dicapai dengan mengubah pola makan dan gaya hidup. Misalnya menurunkan berat badan, membatasi konsumsi alkohol, dan mengurangi konsumsi makanan tinggi purin seperti daging merah atau jeroan.
Menghentikan atau mengubah penggunaan obat yang berhubungan dengan peningkatan asam urat, seperti diuretik, juga dapat membantu.
Bagi individu yang sering mengalami serangan gout atau menghadapi gout kronis, dokter dapat merekomendasikan terapi pencegahan untuk menurunkan kadar asam urat dalam darah menggunakan obat-obatan seperti allopurinol, febuxostat, atau pegloticase.
Di samping perawatan medis, gout dapat diatur dengan strategi manajemen diri. Strategi ini melibatkan aktivitas sehari-hari untuk mengelola kondisi dan menjaga kesehatan.
Bagaimana cara mencegah penyakit gout?
Pencegahan gout dapat dilakukan dengan mengadopsi gaya hidup sehat. Ini termasuk mengurangi konsumsi makanan yang tinggi purin, berolahraga secara teratur, dan menurunkan berat badan jika mengalami obesitas atau kelebihan berat badan.
Purin adalah produk sampingan dari pemecahan protein yang dapat membentuk kristal asam urat, yang dapat mengendap di persendian seperti tangan dan kaki, serta di ginjal atau saluran kemih.
Untuk mengelola kadar asam urat yang tinggi atau mencegah serangan gout, dianjurkan untuk mempertahankan asupan air putih yang cukup dan membatasi konsumsi makanan yang mengandung purin tinggi, serta membatasi konsumsi alkohol.

Berapa banyak air yang harus dikonsumsi? Disarankan untuk mengonsumsi air putih sesuai dengan pedoman Angka Kecukupan Gizi yang telah ditetapkan dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019, yang disesuaikan dengan usia dan jenis kelamin Anda.
Minum cukup air putih dapat membantu mengeluarkan kelebihan asam urat dari tubuh, mencegah terjadinya penumpukan asam urat di sendi dan ginjal. Disarankan untuk secara teratur mengonsumsi air putih yang cukup untuk menghindari dehidrasi, karena kemampuan tubuh Anda dalam merespons rasa haus mungkin akan berkurang seiring bertambahnya usia.
Makanan apa yang harus dihindari untuk penderita gout?
Penderita gout sebaiknya menghindari makanan yang tinggi kandungan purin. Berikut beberapa contoh makanan yang sebaiknya dihindari.
- Daging Merah, seperti daging sapi, daging domba, dan dgaing babi.
- Jeroan, seperti hati, ginjal, dan otak.
- Makanan Laut, seperti sarden, teri, ikan teri, dan udang.
- Daging Unggas, seperti daging angsa dan bebek.
- Sayuran Berdaun Hijau, seperti bayam, sawi, dan kale (meskipun mengandung purin, jumlahnya lebih rendah dibandingkan dengan sumber purin hewani).
- Minuman Beralkohol, misalnya bir dan minuman berbasis alkohol lainnya, karena dapat meningkatkan produksi asam urat.

Menghindari makanan-makanan ini dapat membantu mengontrol kadar asam urat dalam tubuh dan mengurangi risiko serangan asam urat. Sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi untuk menyusun diet yang sesuai dengan kebutuhan kesehatan individu.
Mengenal Mitos dan Fakta Gout
Mitos
Beberapa mitos seputar penyakit gout.
- Serangan gout tidak terlalu parah.
- Serangan gout hanya terjadi pada mereka yang memiliki pola makan tidak sehat.
- Tidak ada langkah yang dapat diambil untuk mencegah serangan asam urat (gout).
- Seseorang hanya mengalami gout saat sedang mengalami serangan.
Fakta
Berikut adalah beberapa fakta tentang penyakit gout.
- Serangan penyakit gout yang ditandai dengan nyeri pada persendian dapat menyebabkan rasa sakit yang parah. Secara faktual, gout adalah jenis arthritis yang paling menyakitkan.
- Meskipun pola makan yang tinggi purin adalah salah satu faktor yang berkontribusi, serangan penyakit gout dapat disebabkan oleh berbagai faktor lainnya. Hal ini bisa terjadi ketika tubuh memproduksi asam urat dalam jumlah berlebihan atau tidak dapat mengeluarkannya dengan efisien.
- Untuk mencegah peningkatan kadar gout dalam darah, terdapat berbagai obat yang dapat digunakan. Selain itu, mengadopsi gaya hidup yang lebih sehat juga dapat membantu mencegah serangan penyakit gout di masa mendatang.
- Serangan penyakit gout terjadi akibat dari timbunan kristal asam urat. Seseorang bisa memiliki kadar gout yang tinggi tanpa merasakan serangan atau gejala lainnya. Jika tidak diobati, hal ini dapat menyebabkan serangan berulang dan komplikasi di masa depan.
- Penyakit gout dapat dialami oleh siapa saja. Meskipun umumnya lebih umum pada pria, sebagian besar wanita dapat mengalami penyakit gout setelah mencapai menopause dan mengalami tanda serta gejala penyakit asam urat pada tahap tersebut.
Anda mungkin suka : Benarkah Mandi Malam Hari Menyebabkan Rematik?






