Menjelajahi Daya Tarik Pantai Dewa Ruci Purworejo

Menjelajahi Daya Tarik Pantai Dewa Ruci Purworejo
(Gambar: Jawa Pos)

Jatengkita.id – Memilih wisata alam dengan pemandangan ombak lembut dan memukau, Pantai Dewa Ruci ini bisa jadi opsi yang cukup menarik. Destinasi wisata ini berada di kawasan Jatimalang, Purworejo dan hanya berjarak 21 kilometer dari pusat Kabupaten Purworejo.

Selama perjalanan menuju Pantai Dewa Ruci ini, wisatawan akan dimanjakan dengan pemandangan alam berupa kebun dan persawahan yang masih hijau dan subur. Tak perlu takut tersesat karena banyak plang petunjuk jalan untuk sampai ke lokasi tujuan.

Pantai Dewa Ruci atau Pantai Jatimalang ini merupakan salah Pantai yang dijadikan sebagai destinasi wisata yang ditetapkan sebagai desa wisata dan dikelola sejak tahun 2006.

Wahana yang disediakan pihak pengelola meliputi kolam renang anak, ATV dengan rute di sepanjang bibir pantai, dan spot selfie yang cantik. Harga tiket masuk tempat ini adalah Rp5.000, dengan jam operasional setiap hari mulai jam enam pagi hingga enam sore.

Keindahan Pantai Dewa Ruci bisa dilihat dari ombaknya yang tenang dan pasir hitam yang lembut. Suasana dan pemandangan alamnya yang asri menjadi daya tarik bagi wisatawan. Sesuai namanya, di sini terdapat patung Dewa Ruci setinggi 6 meter.

Patung yang menjadi ikon pantai tersebut merupakan hasil karya seniman berdarah Bali, yaitu Nyoman Alif. Pembuatan patung ini dilatarbelakangi oleh kisah Dewa Ruci yang merupakan salah satu tokoh wayang yang dijumpai Werkudara.

Dewa Ruci digambarkan sebagai Dewa Kerdil yang kemudian diadaptasi menjadi lakon atau judul sebuah pertunjukan wayang. Cerita Dewa Ruci mengajarkan kepada kita bahwa semua pencarian dan apa yang kita kerjakan akan sia-sia bila tidak mengajarkan pada hal yang kekal.

Kisah Dewa Ruci juga menggambarkan kepatuhan seorang murid kepada gurunya, agar dapat mengenali diri sendiri. Selain itu, sejarah juga mencatat Pantai Dewa Ruci ini dahulu pernah menjadi pendaratan kapal tentara Jepang.

Pantai Dewa Ruci Purworejo
(Gambar: medcom.id)

Hal tersebut lantaran tempatnya yang sepi, mudah dijangkau, dan dekat dengan pemukiman. Selain menawarkan pemandangan alam, pantai yang dikenal masyarakat dengan nama Pantai Jatimalang ini juga menawarkan wisata budaya yang dilakukan setiap setahun sekali pada bulan Suro.

Ada ritual sedekah laut sebagai bentuk rasa syukur masyarakat atas berkah Tuhan Yang Maha Esa. Selain sedekah laut, juga diadakan pertunjukan berupa pentas seni khas Puworejo. Pantai ini juga dikelilingi oleh beberapa warung makan, khususnya warung seafood.

Baca juga : Purworejo, Jejak Sejarah Ibu Kota Sementara Jawa Tengah

Di sini, pengunjung bisa mengunjungi wisata religi di mana tempat ini adalah sebuah masjid bernama Masjid Tiban yang merupakan petilasan Pangeran Diponegoro. Berdasarkan cerita dari masyarakat setempat, masjid tersebut pernah menjadi tempat singgah Pangeran Diponegoro.

Pada tahun 1800-an saat periode Perang Diponegoro, ia pernah singgah di pesisir Pantai Dewa Ruci. Selama persinggahannya, Pangeran Diponegoro melaksanakan salat dan meninggalkan jejak dari tempat sujudnya yang sampai hari ini tidak pernah ditumbuhi rumput.

Sampai pada tahun 1975, Yonif 412 Purworejo membangun surau sederhana di petilasan tersebut berupa gubuk beratapkan rumbia. Menurut cerita, pembangunannya dilakukan pada tengah malam dalam waktu yang sangat singkat dan tidak diketahui oleh siapapun.

Karena itulah masyarakat menyebutnya dengan Masjid Tiban. Sekarang, masjid tersebut telah dibangun sedemikian rupa oleh pemerintah setempat untuk menarik perhatian wisatawan yang datang.

Follow akun instagram Jateng Kita untuk informasi menarik lainnya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *