Jatengkita.id – Kota Semarang menempati posisi teratas UMK tertinggi se-Jawa Tengah. Dilansir dari informasi resmi, UMK 2025 Jawa Tengah naik 6.5 persen. Kini, UMK Kota Semarang 2025 berada di angka Rp3.454.827.
Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) adalah standar upah minimum yang ditetapkan disuatu daerah di Indonesia. Setiap daerah memiliki UMK dengan besaran masing-masing. Penetapan UMK ditetapkan oleh gubernur berdasarkan rekomendasi bupati atau walikota.
Selain itu, penetapan UMK mempertimbangkan dewan pengupahan provinsi. Besaran UMK juga ditetapkan oleh berbagai faktor. Hal ini karena berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi, penyesuaian tenaga kerja atau efisiensi biaya.
UMK sendiri merupakan bagian dari hak-hak pekerja yang harus dihormati dan dipatuhi oleh pengusaha. Besaran UMK dan UMSK tersebut dituangkan dalam Surat Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 561/45 Tahun 2024 tanggal 18 Desember 2024 dan berlaku mulai 1 Januari 2025.

Dalam keterangan tertulis, Nana Sudjana mengatakan Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) ditetapkan untuk sektor tertentu. Hal ini tercantum dalam Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI).
“Sektor tersebut memiliki memiliki karakteristik dan risiko kerja yang berbeda dari sektor lainnya. Selain itu juga ada tuntutan pekerjaan yang lebih berat atau spesialisasi yang diperlukan,” kata Nana.
Baca juga : Dampak Pengesahan UU Cipta Kerja : Kenaikan UMK Swasta 2024
Nana menegaskan, UMK itu hanya berlaku bagi pekerja dengan masa kerja kurang dari satu tahun. Pemerintah menetapkan UMK untuk melindungi pekerja dengan masa kerja kurang dari satu tahun agar tidak dibayar di bawah upah yang telah ditetapkan.
Perusahaan yang melanggar hal tersebut, bisa dikenai sanksi. Kenaikan upah minimum kabupaten ini bukan tanpa sebab. Ada banyak faktor yang menyebabkan UMK Kota Semarang menjadi yang tertinggi di Jawa Tengah.
Beberapa faktor yang mendukung seperti pertumbuhan ekonomi yang berkembang pesat, di mana Kota Semarang menjadi pusat perekonomian seperti perdagangan, jasa, dan industri banyak terpusat di Kota Semarang.
Faktor lainnya adalah biaya hidup yang lebih tinggi. Dengan berkembangnya Kota Semarang menjadi pusat perekonomian, maka biaya hidup juga akan lebih mahal dibandingkan kota lainnya.
Follow akun instagram Jateng Kita untuk informasi menarik lainnya!
