Jatengkita.id – Surakarta dan Kartasura adalah dua nama yang sangat akrab bagi masyarakat Jawa Tengah, terutama mereka yang tinggal di wilayah Solo Raya. Keduanya sering terdengar mirip dan bahkan menimbulkan salah kaprah di kalangan masyarakat dari luar daerah.
Sekilas, dua nama tersebut memang memiliki kemiripan baik secara lafal maupun penulisan. Namun di balik kemiripan itu, tersimpan sejarah panjang kerajaan besar yang pernah berdiri di tanah Jawa, yaitu Kesultanan Mataram.
Baik Surakarta maupun Kartasura merupakan bagian penting dari perjalanan sejarah Mataram, terutama pada masa perpindahan pusat pemerintahan kerajaan. Keduanya pernah menjadi pusat politik dan kebudayaan yang menentukan arah perkembangan masyarakat Jawa hingga kini.
Artikel ini mengulas asal-usul nama, sejarah berdirinya dua wilayah ini, penyebab kemiripan penamaannya, hingga perbedaan keduanya secara geografis maupun administratif pada masa kini.
Asal Usul Kemiripan Nama Surakarta dan Kartasura
Di masa sekarang, Surakarta dikenal sebagai nama resmi Kota Solo, sementara Kartasura merupakan nama sebuah kecamatan di Kabupaten Sukoharjo. Nama “Surakarta” dan “Kartasura” sama-sama mengandung unsur kata “karta”, yang bermakna tenteram, baik, atau makmur.
Penggunaan kata yang sama disebabkan para raja Mataram pada masa itu meyakini bahwa penamaan wilayah akan berpengaruh terhadap harapan, doa, dan identitas kerajaan.
Kartasura lebih dahulu berdiri sebagai ibu kota Mataram sebelum akhirnya Surakarta menggantikannya. Ketika Kartasura mengalami kehancuran akibat konflik besar, para pemimpin kerajaan memutuskan untuk memindahkan pusat pemerintahan ke wilayah yang lebih aman dan strategis.
Wilayah tersebut adalah Desa Sala, yang kemudian berkembang menjadi Surakarta. Dengan demikian, Surakarta dapat dikatakan sebagai penerus Kartasura.
Tidak heran apabila unsur penamaannya serupa, sebab raja yang memimpin waktu itu ingin membawa doa dan harapan baik dari Kartasura ke pusat pemerintahan yang baru. Penamaan Surakarta Hadiningrat dipilih karena harapan besar bagi kejayaan kerajaan.

Pentingnya Memahami Sejarah Penamaan untuk Menghindari Kekeliruan
Di tengah semakin berkembangnya penggunaan nama Solo untuk keperluan branding kota, pemahaman mengenai sejarah Surakarta dan Kartasura menjadi penting agar tidak terjadi kekeliruan dalam konteks geografis maupun sejarah.
Pemahaman yang salah bukan hanya membingungkan, tetapi juga mengaburkan sejarah panjang kerajaan Mataram yang berpengaruh besar terhadap kebudayaan Jawa.
Melihat hubungan keduanya, Surakarta dan Kartasura tidak bisa dipisahkan. Kartasura adalah masa lalu yang memberi dasar, sementara Surakarta adalah penerus yang berkembang menjadi pusat kebudayaan Jawa modern.
Kemiripan nama Surakarta dan Kartasura memiliki akar sejarah yang sangat panjang. Keduanya merupakan bekas pusat pemerintahan Kesultanan Mataram sebelum perpindahan kerajaan pada 1745.
Kartasura menjadi lokasi keraton pada masa Amangkurat II hingga masa PB II, sebelum akhirnya hancur akibat Geger Pecinan. Surakarta dipilih sebagai lokasi baru keraton karena letaknya strategis dan aman, lalu berkembang menjadi kota besar hingga saat ini.
Filosofi Penamaan Surakarta Hadiningrat
Penamaan Surakarta bukan semata-mata untuk mempertahankan unsur kata “karta” dari Kartasura. Ada makna yang lebih dalam dari nama tersebut. “Surakarta Hadiningrat” memuat harapan besar para raja Mataram tentang terciptanya negara yang tenteram, teratur, dan sejahtera.
Secara makna, Surakarta memiliki arti harapan akan kondisi.
- tata tenteram – teratur dan damai
- karta raharja – aman dan sejahtera
- hadiningrat – dunia atau negeri yang indah
Nama ini mencerminkan tekad kerajaan untuk bangkit dari kehancuran dan membangun pusat pemerintahan yang lebih kuat serta siap menghadapi berbagai rintangan di masa depan.
Surakarta dan Kartasura di Era Modern, Perbedaan Geografis dan Administratif
Setelah ratusan tahun berlalu, kini Surakarta dan Kartasura menjadi dua wilayah yang sangat berbeda secara administratif.
Surakarta merupakan kota administratif yang menjadi bagian dari provinsi Jawa Tengah. Kota ini memiliki struktur pemerintahan kota lengkap dengan wali kota.
Surakarta juga merupakan pusat budaya, ekonomi, dan pariwisata di wilayah Solo Raya. Hingga kini, Solo identik dengan Keraton Surakarta Hadiningrat yang masih berdiri megah.
Sementara itu, Kartasura bukan lagi pusat pemerintahan Mataram. Saat ini merupakan kecamatan di Kabupaten Sukoharjo.
Daerah ini memiliki posisi strategis sebagai simpul lalu lintas antara Solo, Yogyakarta, dan Semarang. Selain itu juga menjadi salah satu kawasan padat penduduk dan pusat ekonomi pinggiran Solo.
Baca juga: Ini Alasan Kenapa Surakarta Tak Pernah Jadi Daerah Istimewa






