Jatengkita.id – Salah satu warisan budaya berupa tembang dolanan adalah lagu Jaranan. Lagu ini merupakan salah satu kekayaan budaya yang populer dan masih dilestarikan oleh masyarakat. Lagu Jaranan bisa dibilang salah satu tembang dolanan yang populer dari Jawa Tengah.
Tembang dolanan sendiri merupakan puisi Jawa tradisional yang disampaikan dengan syair atau nada. Jaranan adalah tembang dolanan yang menggunakan bahasa Jawa yang sarat akan makna dan sudah dikenal sejak lama sebagai seni pertunjukan tradisional.
Dalam bahasa Indonesia, Jaranan diartikan bermain kuda-kudaan. Lirik lagu Jaranan diciptakan oleh Ki Hadi Sukatno yang merupakan seorang tokoh karawitan Jawa.
Lagu ini menceritakan pertunjukan tradisional jaranan yang diperankan oleh beberapa orang dan penari. Mereka memainkan replika kuda yang terbuat dari kulit atau anyaman bambu.
Terdapat pawang sebagai pemimpin sekaligus sebagai pengendali dalam pementasan jaranan dan anggota yang dibagi sesuai tugasnya masing-masing.
Perlengkapan yang ada dalam pertunjukan kesenian Jaranan adalah sesajen yang terdiri dari kemenyan, pitik ingkung (ayam panggang), pitik urip (ayam hidup), gedhng raja (pisang raja), jajan warung (jajan warung), endog (telur), wedang kopi (air kopi), wedang putih (air putih), pencok bakal (bumbu dapur), sega putih (nasi putih), sisir, bedak kuning, cermin, gincu, minyak duyung, dan degan (kelapa muda).
Kesenian jaranan menggambarkan sebuah pengetahuan tentang sejarah dan budaya suatu daerah serta sebagai alat untuk menghibur masyarakat. Lagu ini dinyanyikan dengan tujuan melestarikan dan mengenalkan kesenian jaranan.
Baca juga : Lagu Suwe Ora Jamu Mengisahkan Kepiluan dalam Pertemuan

Lirik Lagu Jaranan
Jaranan, Jaranan, Jarane jaran teji
Sing nunggang ndoro Bei
Sing nggiring para mentri
Jrek jrek nong, jrek jrek gung
Jrek jrek turut lurung
Gedebuk krincing gedebuk krincing thok thok gedebuk jedher
Gedebuk krincing gedebuk krincing thok thok gedebuk jedher
Makna Lagu Jaranan
Lebih dari sekadar tembang dolanan tradisional yang dinyanyikan anak-anak, lirik yang terkandung dalam Lagu Jaranan memiliki makna yang luar biasa.
Penunggang kuda dalam lirik ini diibaratkan sebagai pejabat (Ndoro Bei) yang diiringi para pendampingnya (para mentri).
Lagu Jaranan mengandung pesan moral yang mengajarkan agar saling menghargai sesama dan menghormati yang lebih tua. Selain itu, juga terselip pesan yang mengajarkan untuk saling menyayangi antar-umat dan tidak membedakan-bedakan satu dengan yang lainnya.
Sementara itu, representasi kuda dalam lagu ini mengajarkan tentang kegigihan dan tekad untuk mencapai tujuan. Kuda adalah hewan yang kuat dan tahan banting. Kita diharapkan bisa berlaku seperti kuda untuk menghadapi setiap ujian.
Follow akun instagram Jateng Kita untuk informasi menarik lainnya!
