Lagu Suwe Ora Jamu Mengisahkan Kepiluan dalam Pertemuan

Lagu Suwe Ora Jamu Mengisahkan Kepiluan dalam Pertemuan
(Gambar : Pinterest)

Jatengkita.id – Lagu “Suwe Ora Jamu” barangkali sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Jawa, bahkan Indonesia secara umum. Namun, di balik liriknya yang ringan dan terdengar sederhana, lagu ini ternyata menyimpan pesan yang dalam dan penuh makna.

Sejumlah sumber menyebut lagu ini diciptakan RC Hardjosoebroto, seniman bidang seni karawitan dan tembang dari Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada era 1970-an. Berikut lirik lagu Suwe Ora Jamu, lengkap dengan maknanya.

Lirik Lagu Suwe Ora Jamu oleh R C Hardjosubroto

Suwé ora jamu

Jamu godhong télo

Suwé ora ketemu

Ketemu pisan gawé gela

Lirik lagu tersebut mengalami modifikasi saat dinyanyikan Waldjinah dalam balutan musik campursari. Lagu  itu direkam dalam album Indonesian Folksongs, Vol 3 : Jawa yang dirilis pada 1994.

Lagu Suwe Ora Jamu
(Gambar : Brainly)

Lirik lagu Suwe Ora Jamu versi Waldjinah

Suwe ora jamu Mas, jamu godhong telo

Suwe ora ketemu, temu pisan ojo gelo

Suwe ora jamu Mas, jamu godhong meniran

Wis suwe ora ketemu, temu pisan dadi pikiran

Wis suwe yo Mas ora jamu, jamu godhong sligi

Wis suwe ora ketemu, temu pisan dadi ati

Jika diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia menjadi,

Lama tidak minum jamu Mas, jamu daun ketela

Lama tidak bertemu, bertemu pertama kali jangan kecewa

Lama tidak minum jamu Mas, jamu daun Meniran

Sudah lama tidak bertemu, bertemu pertama jadi pikiran

Sudah lama ya Mas, tidak minum jamu, jamu daun Sligi,

Sudah lama tidak bertemu, bertemu sekali jadi hati.

Baca juga : 4 Lagu Jawa Ini Jadi Metode Dakwah Sunan Kalijaga

Secara sederhana, lagu “Suwe Ora Jamu” mengisahkan tentang dua orang yang telah lama tidak bertemu. Harusnya, pertemuan kembali menjadi momen yang membahagiakan.

Namun, dalam lagu ini justru menghadirkan perasaan kecewa dan menjadi beban emosional, karena pertemuan itu malah menyadarkan bahwa mereka akan kembali berpisah.

Menurut kajian dalam jurnal Tembang Campursari Suwe Ora Jamu dalam Masyarakat Jawa oleh Waldjinah serta Saras Yulianti dan Suwardi Endraswara (Jurnal Ikadbudi Vol. 9 No. 1, 2020), lagu ini menyiratkan rasa kehilangan mendalam.

Sekali bertemu setelah lama berpisah, bukan rasa senang yang muncul, melainkan kesedihan karena tahu perpisahan akan terjadi lagi.

Follow akun instagram Jateng Kita untuk informasi menarik lainnya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *