10 Filosofi Hidup Sunan Kalijaga, Relate Banget!

10 Filosofi Hidup Sunan Kalijaga, Relate Banget!
Urip iku urup, hidup harus memberikan kontribusi meski kecil (Gambar: istockphoto.com)

Jatengkita.id – Belakangan ini, istilah mindfulness dan stoicism lagi naik daun banget di media sosial. Tapi tau nggak sih, Sob? Ternyata Sunan Kalijaga sudah punya “cheat code” hidup tenang yang nggak kalah keren.

Lewat video dari kanal YouTube oetama bersama Dr. Fahruddin Faiz, kita diajak buat re-connect lagi sama nilai-nilai Jawa yang ternyata healing banget buat mental kita.

Sunan Kalijaga adalah salah satu tokoh Walisongo yang dikenal di Pulau Jawa karena peran dakwahnya melalui jalur budaya. Karenanya, dakwah Sunan Kalijaga mudah diterima oleh masyarakat di tanah Jawa.

Selain menciptakan gamelan dan tokoh Punakawan, hal lain yang dapat dipetik yakni 10 nasihat Sunan Kalijaga tentang prinsip hidup. Kaidah prinsip hidup tentang ajaran tersebut dijalankan para pendahulunya hingga membentuk ciri khas orang Jawa.

  • Urip Iku Urup

Hidup itu menyala, artinya berkaitan dengan kontribusi meski sekecil apapun. Hidup hendaknya memberi manfaat bagi orang lain di sekitar kita. Semakin besar manfaat yang bisa kita berikan, tentu akan lebih baik.

  • Memayu Hayuning Bawono, Ambrasto du Hangkoro

Manusia hidup di dunia harus mengusahakan keselamatan, kebahagiaan, dan kesejahteraan serta memberantas sifat angkara murka, serakah, dan tamak. Atau dalam bahasa agama Islamnya, “amar ma’ruf nahi munkaar”

  • Suro Diro Joyo Jayaningrat. Lebur Dening Pangastuti

Segala sifat keras hati, picik, angkara murka hanya bisa dikalahkan dengan sikap bijak, lembut hati, dan sabar. Siapapun yang melakukan kejelekan akan hancur, entah sekarang di dunia atau nanti di akhirat dalam bentuk kehancuran apapun. Jadi ikhlaslah dalam melakukan sesuatu, pure heart make ur heart warming.

  • Ngluruk Tanpo Bolo, Menang Tanpo Ngasorake, Sekti Tanpo Aji-Aji, Sugih Tanpa Bondho

Inilah definisi bisa bikin banyak orang tergerak tanpa massa yang banyak, bikin orang jatuh hati tanpa tekanan jumlah massa. Menang tanpa merendahkan, real kemenangan yang tidak berdasarkan hanya pada angka.

Berwibawa tanpa mengandalkan dan kaya tapi bukan berdasarkan materi yang dimiliki. “Kaya” yang banyak diinginkan karena balancenya kehidupan seseorang.

  • Datan Serik Lamun Ketaman, Datan Susah Lamun Kelangan

Jangan gampang sakit hati! Atau baper manakala musibah menimpa dan jangan sedih manakala kehilangan sesuatu karena pada dasarnya semua yang ada di dunia hanyalah titipan.

Kita lahir tanpa membawa harta benda apapun. Maka bersihkanlah selalu hati kita dan jangan terlalu sayang atau dendam terhadap sesuatu.

sunan kalijaga
Prinsip memayu hayuning bawana atau keseimbangan hidup (Gambar: istockphoto.com)
  • Aja Gumunan, Aja Getunan, Aja Kagetan, Aja Aleman

Kita hidup dalam sistem yang tidak bisa menambatkan harapan pada apapun dan siapapun. Batasilah ekspektasi pada sesuatu agar tidak mudah kecewa.

Jangan mudah heran dan terkejut pada sebuah fenomena baru. Namun, tingkatkan pengetahuan untuk mengambil pelajaran atau bahkan mencari narasi postif dari realitas yang terjadi.

  • Aja Ketungkul Marang Kalungguhan, Kadonyan lan Kemareman

Janganlah terobsesi atau terkukung oleh suatu keinginan untuk memperoleh kedudukan, kepemilikan benda, atau kepuasan duniawi. Hidup di era sekarang emang banyak godaan. Semuanya serba dunia dan posisi.

  • Aja Kuminter Mundak Keblinger, Aja Cidra Mundak Cilaka

Kecerdasan intelektual memang anugerah. Namun, jangan merasa paling pintar agar tidak salah arah. Kesempurnaan hanyalah milik Tuhan. Jangan suka berbuat curang karena itu bentuk penyimpangan. Ingatlah, suatu hal yang diawali dengan ketidakbaikan, maka tidak akan berakhir dengan ketidakbaikan pula. 

  • Aja Milik Barang Kang Melok, Aja Mangro Mundak Kendo

Jangan tergiur oleh hal hal yang tampak mewah, cantik, dan indah. Apa yang diberikan kepada kita adalah rezeki yang memang sudah digariskan. Jaga diri untuk selalu bersyukur dan merasa cukup.

  • Aja Adigang, Adigung, Adiguno

Jangan merasa kuasa atau paling tinggi, merasa besar, dan merasa sakti. Dalam budaya Jawa, hidup dengan menjadi yang paling berkuasa itu nggak gayanya banget! Justru kita harus saling rendah hati.

Banyak yang mikir budaya Jawa itu cuma soal baju lurik atau ngomong pakai bahasa kromo. Padahal, intinya lebih dalam dari itu. Di video tersebut, dijelaskan kalau nilai-nilai seperti “Alon-alon Waton Kelakon” bukan berarti kita disuruh malas-malasan atau lelet.

Kesimpulannya? Jadi anak muda yang modern dan up-to-date itu wajib, tapi jangan sampai kita lupa sama akar budaya sendiri. Ternyata, wejangan orang tua kita dulu adalah life hacks paling ampuh buat menghadapi quarter-life crisis yang sering kita alami sekarang.

Gimana menurut kamu, Sob? Filosofi Jawa mana yang paling ngebantu kamu tetap waras hari ini? Hope ur all day always be nice.

Baca juga: Memayu Hayuning Bawana, Filosofi Hidup Seimbang ala Jawa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *