Jatengkita.id – Lagu Jamuran merupakan tembang dolanan asal Jawa Tengah yang diciptakan Ki Hadi Sukatno. Jamuran biasa dinyanyikan untuk menemani permainan anak-anak. Durasi lagu ini cukup singkat, hanya terdiri dari empat baris.
Liriknya pun menggambarkan permainan Jamuran yang meniru gerakan atau bentuk berbagai jenis jamur.
Lirik Lagu Jamuran
Lagu Jamuran biasanya disesuaikan dengan permainan tradisional itu sendiri. Dilansir dari laman budaya.jogjaprov.go.id, lagu ini dimainkan saat permainan Jamuran dimulai dan dimainkan oleh tujuh hingga sembilan orang. Berikut lirik lengkapnya.
“Jamuran” ya ge ge thok
(“Jamuran”nya ya dibuat pura-pura)
Jamur apa ya ge ge thok
(jamur apa ya dibuat pura-pura)
Jamur gajih mbejijih sa ara-ara
(jamur gajih mengotori seluruh lapangan)
Semprat-semprit jamur opo
(melesat cepat jamur apa)
Makna Lagu Jamuran
Lirik lagu Jamuran ini merupakan contoh dari sastra lisan Jawa yang sederhana dan berfungsi sebagai hiburan tradisional anak-anak.
Syairnya bersifat repetitif dengan pola panggilan dan respons, seperti seruan “jamuran, ya gege thok; jamur apa, ya gege thok,” sehingga mudah diingat dan mendorong partisipasi banyak anak.
Bahasa yang ringkas ini memudahkan anak-anak dalam memahami pola bunyi, ritme, serta makna gerakan dalam permainan.
Nilai budaya yang terkandung dalam lirik lagu meliputi pewarisan tradisi bahasa, ungkapan khas daerah, serta gambaran imajinatif seperti “jamur payung” dan “jamur gajih” yang memperkaya kosakata anak-anak.
Dengan ini, permainan tradisional yang merupakan warisan budaya tidak akan mudah tergerus oleh arus modern dan hilang. Selain itu, lagu Jamuran membantu anak untuk memiliki kemampuan bersosialisasi, meningkatkan respons cepat, serta menanamkan nilai kerja sama dan kebersamaan.
Lagu Jamuran merupakan bentuk kearifan lokal budaya sebagai lagu dolanan Jawa yang memiliki makna filosofis berisi gambaran kehidupan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu menurut penelitian yang dilakukan oleh Pramestuti (2018), makna di dalam lagu dolanan Jawa mengandung ajaran adiluhung yang dapat digunakan sebagai pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Lagu Jamuran juga mengandung nilai pendidikan karakter yang penting, terutama tentang toleransi. Lagu ini mengajarkan anak-anak untuk bersikap saling menghargai perbedaan serta menumbuhkan rasa solidaritas yang tinggi antar sesama.
Tembang ini juga berkontribusi untuk mendorong terciptanya kerukunan, kedamaian, dan keharmonisan dalam kehidupan masyarakat yang majemuk.
Melalui lirik dan permainan tradisionalnya, Jamuran tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana dan media edukasi yang efektif untuk membentuk karakter anak yang terbuka terhadap keberagaman sosial di sekitar kita.
Baca juga: Makna Lagu Jaranan : Hormat dan Gigih Mencapai Tujuan
