Jatengkita.id – Tari Bondan bukan sekadar seni gerak dari Surakarta, Jawa Tengah. Tarian ini adalah warisan budaya yang menyimpan kisah penuh makna sejak masa kejayaan Majapahit. Di balik gerak lemah gemulai para penarinya, tersembunyi pesan mendalam tentang cinta seorang ibu.
Kasih sayang yang tulus, setia menemani dalam suka dan duka, hingga akhir hayat. Lebih dari hiburan, Tari Bondan adalah simbol kehangatan dan pengorbanan tanpa syarat seorang ibu bagi anaknya.
Asal Usul dan Sejarah Tari Bondan
Tari Bondan merupakan tarian klasik yang menggambarkan potret kehidupan, cinta, dan kelembutan perempuan Jawa yang diwariskan sejak era Majapahit hingga masa kerajaan Mataram. Dulu, tarian ini dibawakan oleh para kembang desa sebagai simbol kesiapan mereka menjadi ibu.
Lewat setiap gerak yang anggun, mereka menunjukkan bahwa menjadi seorang ibu adalah panggilan hati seperti mendidik, merawat, dan mencintai tanpa syarat.
Yang membuat tarian ini begitu khas adalah penampilan para penarinya. Mengenakan kain wiron, baju kutang, serta hiasan kepala jamang, mereka menari sambil membawa boneka bayi, kendi tanah liat, dan payung terbuka.
Semua properti itu bukan hanya hiasan, tapi simbol penting dari peran seorang ibu dalam kehidupan sehari-hari.
Tari Bondan mengajarkan kita nilai-nilai keibuan, seperti kesabaran, kasih sayang, dan tanggung jawab. Semua disampaikan dengan gerakan yang halus namun penuh makna. Sebuah tarian yang tak hanya indah dilihat, tapi juga menyentuh hati.

Filosofi dan Makna Tari Bondan
Di balik gerakan lembut Tari Bondan, tersembunyi kisah cinta yang tak pernah usang. Cinta seorang ibu yang menjaga anaknya sepenuh jiwa, bahkan saat sang anak telah tiada. Penari melangkah hati-hati di atas kendi tanah liat, seolah berjalan di atas batas antara kasih dan luka.
Kendi itu tak boleh pecah, seperti hati ibu yang tak boleh goyah. Namun, Tari Bondan lebih dari sekadar simbol keibuan.
Di kaki Gunung Merapi, masyarakat masih membisikkan kisah lama tentang Nyai Bondan Kejawan, pengasuh Dewi Sri, sang Dewi kesuburan yang digendong dalam wujud boneka bayi. Tarian ini pun menjadi semacam doa dan penghormatan.
Baca juga : Serunya Tur Keraton Surakarta, Edukatif dan Entertain!
Jenis-jenis Tari Bondan
Dalam Tari Bondan, setiap gerakannya punya cerita. Tarian ini terdiri dari tiga ragam dan masing-masing membawa makna serta karakter yang berbeda.
Setiap ragam menghadirkan nuansa tersendiri, dari kelembutan kasih seorang ibu, hingga kekuatan dalam menghadapi tantangan kehidupan. Tak hanya indah dilihat, tapi juga kaya akan pesan yang menyentuh hati.
- Bondan Cindogo
Tarian ini dipenuhi gerakan yang energik dan penuh keceriaan, mencerminkan sosok ibu muda yang hangat dan penuh cinta saat bermain dan merawat buah hatinya.
- Bondan Mardisiwi
Tarian ini menyuguhkan gerakan yang lembut dan anggun, menggambarkan kehangatan seorang ibu dengan penuh cinta merawat buah hatinya. - Bondan Tani
Tarian ini menggambarkan keseharian perempuan di daerah pegunungan atau pedesaan yang akrab dengan dunia pertanian.
Mulai dari menanam hingga memanen padi, gerakan mereka diiringi dengan properti khas seperti caping dan sabit, menciptakan suasana yang hangat dan penuh semangat kerja keras.
Follow akun instagram Jateng Kita untuk informasi menarik lainnya!






