Jatengkita.id – GP Inggris yang digelar di Sirkuit SIlverstone pada Ahad (25/05/2025) lalu menjadi salah satu seri yang cukup mengejutkan. Banyak fakta menarik yang bisa jadi bahan analisis di gelaran ke-7 MotoGP musim ini.
- Red Flag
Balapan mengalami restart akibat red flag dikibarkan. Insiden ini terjadi setelah dua putaran berlangsung. Rider Pertamina Enduro VR46 Racing Team, Franco Morbidelli mengalami crash bersama rider wildcard Aleix Espargaro (Honda HRC Test Team) yang menyebabkan tumpahnya oli di lintasan.
Karena belum memenuhi ketentuan tiga lap, maka semua rider boleh ikut start ulang dan balapan dipangkas menjadi 19 lap.
Keadaan tersebut menjadi keberuntungan bagi duo Marquez yang di lap awal mengalami crash. Alex terjatuh di tikungan pertama saat balapan baru dimulai, disusul Marquez di lap kedua.
Regulasi menyatakan bahwa rider yang terjatuh saat terjadi red flag sebelum balapan melewati tiga putaran akan diperbolehkan kembali bergabung dan semua rider boleh mengganti motor.
- 11 Pemenang Berbeda Secara Beruntun
Marco Bezzecchi (Aprilia Racing) berhasil menjadi pemenang ke-11 berbeda secara beruntun sejak 2013. Ini merupakan podium pertamanya bersama Aprilia di musim ini.
Kemenangannya sekaligus menegaskan bahwa Aprilia masih kompetitif. Hal tersebut juga ditujukan bagi rekan setimnya, Jorge Martin yang akhir-akhir ini santer pemberitaan mundur dari Aprilia.
Adapun 11 pemenang tersebut adalah sebagai berikut.
- Jorge Lorenzo (Yamaha) – 2013
- Marc Marquez (Honda) – 2014
- Valentino Rossi (Yamaha) – 2015
- Maverick Vinales (Suzuki) – 2016
- Andrea Dovizioso (Ducati) – 2017
- Alex Rins (Suzuki) – 2019
- Fabio Quartararo (Yamaha) – 2021
- Francesco Bagnaia (Ducati) – 2022
- Aleix Espargaro (Aprilia) – 2023
- Enea Bastianini (Ducati) – 2024
- Marco Bezzecchi (Aprilia) – 2025

- 3 Pemuncak Klasemen Keok
Pimpinan klasemen, Marc Marquez (Ducati Lenovo Team) tetap berhasil naik podium ketiga meski gagal menjadi juara. Di balapan sprint hari sebelumnya, ia juga gagal menang dan hanya bisa meraih posisi dua.
Posisi pertama direbut oleh sang adik, Alex Marquez (BK8 Gresini Racing MotoGP) yang sekaligus menghentikan enam kemenangan beruntun Marc.
Kegagalan Marquez di GP Inggris ini sejatinya sudah bisa diprediksi dari kesulitan yang dialami. Hal serupa juga terjadi pada tandemnya, Francesco Bagnaia. Keduanya sama-sama kesulitan selama di Silverstone.
Bagnaia sendiri awalnya cukup meyakinkan saat balapan sebelum red flag. Ia mengaku mendapat perasaan yang baik dengan ban depan. Namun, ketika balapan dimulai ulang, ia kehilangan feeling tersebut dan crash. Ini adalah DNF pertamanya di musim ini.
- Tren Positif Pabrikan Jepang
Tak berhenti menorehkan kemenangan di GP Prancis seri sebelumnya, Johan Zarco (Castrol Honda LCR) masih melanjutkan kegemilangannya dengan meraih podium kedua di balapan utama GP Inggris.
Progres Honda pun semakin nampak ketika rider Honda lainnya, Joan Mirr juga berhasil nangkring di 10 besar. Tak hanya Honda, Yamaha juga turut ikut tren positif ini dengan Jack Miller (Prima Pramac Yamaha MotoGP) finish di urutan ke-7.
Sementara itu, Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha MotoGP Team) yang sempat memimpin balapan hingga berhasil membuat gap, terpaksa harus berhenti lantaran rear-ride height device miliknya mengalami masalah teknis.
Kompetisi yang semakin menunjukkan perkembangan ini secara perlahan mulai mengobrak-abrik dominasi Ducati. Pabrikan Jepang mulai berbenah dan bertarung di barisan depan.
Aprilia kini juga mulai memberi harapan. Tinggal menunggu KTM yang meskipun masih berada di dalam pusaran krisis finansial tetap digadang-gadang mampu mengeluarkan taringnya.
Baca juga : Chaos! Zarco Menang Dramatis di GP Prancis






