Atlet Jawa Tengah Kiromal Katibin Pecahkan Rekor Dunia IFSC Climbing World Cup 2025

Atlet Jawa Tengah Kiromal Katibin Pecahkan Rekor Dunia IFSC Climbing World Cup 2025
(Gambar : bisnis.com)

Jatengkita.id – Olahraga panjat tebing menjadi salah satu olahraga yang mampu menjadi sorotan selain sepak bola dan bulu tangkis. Beberapa waktu lalu atlet panjat tebing Indonesia, Kiromal Katibin menjadi viral di media sosial setelah berhasil menorehkan prestasi yang gemilang.

Ia telah memecahkan rekor pada olahraga panjat tebing tingkat dunia dengan meraih medali perunggu dalam ajang International Federation of Sport Climbing (IFSC) Climbing World Cup 2025 di Bali. Ajang tersebut berlangsung pada Sabtu, 03 Mei 2025.

Kiromal Katibin atau yang akrab disapa Kiki ini, memulai karier panjat tebingnya pada usia tujuh tahun. Atlet kelahiran Batang, 21 Agustus tahun 2000 ini menunjukkan kecintaanya terhadap panjat tebing saat melihat olahraga panjat tebing di Alun-Alun Kota Batang.

Selama perjaIanan kariernya, ia pernah mencetak rekor dunia sebanyak 6 kali, 1 kali di 2021 dan 5 kali di 2022. Ini menjadi perunggu kedua secara beruntun dalam seri piala dunia.

Dalam ajang IFSC Climbing World Cup 2025, Kiki berhasil mengalahkan rekannya, Raharjati Nursamsa, dalam perebutan medali perunggu dengan waktu 4.81 detik. Sebelumnya, Kiromal Katibin menjadi yang tercepat untuk nomor speed putra dalam salah satu seri Piala Dunia Panjat Tebing 2022 di Seoul Korea.

Baca juga : Kisah Sukses PB Djarum Kudus, Lahirkan Banyak Atlet Legenda

Capaian medali perunggu itu bagi Kiromal mengulangi kesuksesannya di Piala Dunia Panjat Tebing 2025 seri sebelumnya, yang berlangsung di Wujiang, Cina, pada Sabtu, 26 April. Kepiawainnya dalam melakukan aksi panjang tebing membuatnya mendapat julukan “Spider-Man Indonesia”.  

Kebanggaan Indonesia Kiromal Katibin dan Kadek Adi Asih berhasil meraih medali perunggu di nomor speed putra dan putri. 

Kiromal Katibin
(Gambar : tempo.co)

IFSC Climbing World Cup 2025

Panjat tebing atau rock climbing adalah aktivitas memanjat atau melintasi formasi batuan alami atau dinding batu buatan. Olahraga ini menuntut kekuatan fisik, ketahanan, kelincahan, dan juga keseimbangan.

Perlombaan IFSC sendiri merupakan ajang kompetisi panjat tebing yang diselenggarakan oleh Federasi Panjat Tebing Internasional. Ajang ini menentukan juara dunia putra dan putri di tiga cabang olahraga panjat tebing yaitu lead, bouldering, dan speed, serta gabungan.

Ada beberapa jenis perlombaan IFSC, yaitu Kejuaraan Dunia dan IFSC Climbing World Cup. Kejuaraan Dunia Panjat Tebing IFSC ini diselenggarakan setiap dua tahun sekali.

Kompetisi panjat tebing menggunakan jalur yang telah ditentukan dan peserta harus mencapai puncak dalam waktu yang cepat. Indonesia sebagai tuan rumah yang dipilih, yakni Bali, menjadi lokasi ajang bergengsi tersebut.

Perlombaan dimulai dengan babak kualifikasi, di mana para atlet berjuang untuk lolos ke babak selanjutnya. Babak kualifikasi kategori lead putra dan putri berlangsung jam dua siang WITA.

Perlombaan ini merupakan bagian dari rangkaian IFSC Climbing World Cup Series 2025 dan diikuti oleh 221 atlet dari 32 negara. Kompetisi melibatkan atlet dari berbagai negara, termasuk atlet Indonesia yang berjuang di babak kualifikasi dan final. IFSC menyajikan sebuah pertunjukan panjat tebing kelas dunia.

Follow akun instagram Jateng Kita untuk informasi menarik lainnya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *