5 Desa Wisata Terbaik Jawa Tengah 2025, Ada Desamu?

5 Desa Wisata Terbaik Jawa Tengah 2025, Ada Desamu?
Desa Sendang Sari memiliki keistimewaan sebagai pusat edukasi dan budaya (Gambar: jateng.jadesta.com)

Jatengkita.id – Jawa Tengah bukan cuma terkenal dengan pesona alamnya dan situs bersejarah yang memukau, tapi juga punya banyak desa wisata yang menyimpan pesona luar biasa. Deretan desa wisata terbaik Jawa Tengah ini memiliki daya tarik dan keistimewaan dibanding desa lainnya.

Di sini, keindahan alam berpadu dengan tradisi budaya dan kearifan lokal yang masih dijaga erat oleh warganya. Nah, berikut ini lima desa wisata terbaik Jawa Tengah versi 2025 yang wajib kamu kunjungi dan sedang jadi sorotan!

  • Desa Sendang Sari, Rembang

Desa Sendang Sari yang terletak di Kecamatan Lasem, Rembang, jadi salah satu desa wisata yang paling menonjol di Jawa Tengah. Hal ini berkat kekayaan seni dan budayanya yang khas.

Di sini, pengunjung bisa menemukan berbagai bentuk kesenian tradisional seperti tari, karawitan, pewayangan, hingga kerajinan batik Lasem dan anyaman bambu yang dibuat langsung oleh warga setempat.

Menariknya, Sendang Sari bukan cuma tempat wisata, tapi juga pusat edukasi seni dan budaya yang membuka ruang bagi pengunjung untuk belajar langsung dari para pelaku seni lokal. 

Selain itu, desa ini juga dikenal aktif menjaga kelestarian lingkungan lewat berbagai program penghijauan. Suasananya yang hijau dan tenang, berpadu dengan kearifan lokal yang kental.

Harmoni tersebut membuat Desa Sendang Sari jadi destinasi sempurna untuk menikmati keindahan alam sekaligus kekayaan budaya tradisional.

Baca juga: Mengenal 4 Tradisi Rembang yang Masih Lestari

  • Desa Ledok, Salatiga

Desa Wisata Ledok di Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga, jadi salah satu destinasi paling hits di Jawa Tengah. Kawasan ini meraih Juara II dalam Gelar Desa Wisata Jawa Tengah 2025.

Desa ini terkenal dengan konsep wisata edukasi dan ekonomi kreatif yang keren banget, terutama lewat Kampung Singkong di Dukuh Ngaglik. Di sini, ada 38 UMKM yang mengolah singkong jadi lebih dari 100 produk unik, mulai dari camilan hingga kerajinan tangan.

Kampung Singkong bahkan pernah menyabet ASEAN Sustainable Tourism Award 2024, dan berhasil membuka lapangan kerja untuk lebih dari 300 orang serta menarik hingga 150 ribu pengunjung tiap tahunnya.

Tak hanya soal kuliner singkong, Ledok juga kaya akan budaya lokal, mulai dari reog, jathilan, wayang, hingga sanggar tari. Kreasi seperti kerajinan bambu, batik singkong, dan busana daur ulang menambah daya tarik tersendiri.

Dengan perpaduan budaya, kreativitas, dan keberlanjutan, Desa Ledok jadi contoh nyata desa wisata modern yang sukses mengangkat potensi lokal ke level nasional.

Baca juga: 7 Alasan Kenapa Kota Salatiga Tawarkan Harapan Hidup Tinggi

desa wisata terbaik jawa tengah
Desa Ledok di Kota Salatiga terkenal sebagai Kampung Singkong karena berhasil membuatn 100 jenis olahan singkong (Gambar: rri.co.id)
  • Desa Teluk Awur, Jepara

Desa Wisata Teluk Awur di Kecamatan Tahunan, Jepara, menawarkan pesona bahari yang memikat dengan hamparan pasir putih dan air laut yang jernih. Di sini, kamu bisa berenang, snorkeling, atau sekadar menikmati indahnya matahari terbit dan tenggelam di tepi pantai.

Selain panorama alamnya yang memukau, Teluk Awur juga punya kekayaan budaya lokal yang hidup lewat pertunjukan seni tradisional dan festival tahunan.

Fasilitasnya pun lengkap, mulai dari kamar mandi umum, musala, spot selfie, restoran, hingga penyewaan perlengkapan wisata.

Di sekitar kawasan ini juga terdapat penginapan nyaman seperti Tilem Resort, Diana’s Bay, dan Ocean View Residence yang dilengkapi kolam renang dan restoran dengan menu seafood segar serta hidangan internasional.

Berjarak sekitar empat kilometer dari pusat Kota Jepara, Teluk Awur mudah dijangkau. Kawasan ini terus dikembangkan sebagai desa wisata bahari yang ramah lingkungan dan edukatif. Cocok banget buat kamu yang ingin menikmati keindahan laut sekaligus mencicipi kuliner khas pesisir Jepara.

  • Desa Bangsri, Blora

Desa Wisata Bangsri di Kecamatan Jepon, Blora, kini semakin populer berkat destinasi unik bernama Noyo Gimbal View. Dibangun di atas lahan bekas sawah seluas 1.8 hektare, tempat ini menyuguhkan panorama hijau yang menenangkan dengan ikon patung Noyo Gimbal, pahlawan legendaris asal Blora.

Selain menikmati pemandangan, pengunjung bisa bersantai di saung-saung makan sambil mencicipi kuliner khas desa yang menggugah selera.

Dikelola oleh pemerintah desa dengan dukungan pemerintah daerah, Noyo Gimbal View telah menjadi favorit wisatawan lokal yang ingin menikmati keindahan alam sekaligus mengenal sejarah daerah.

Baca juga: Simfoni Kearifan Lokal di Desa Wisata Sambongrejo Blora

  • Desa Karang Gayam, Kebumen

Desa Wisata Karang Gayam di Kecamatan Karanggayam, Kebumen, menyimpan pesona alam dan cerita legenda yang menarik. Nama “Karang Gayam” sendiri berasal dari kata karang dan gayam, jenis pohon yang tumbuh subur di daerah ini.

Desa ini menawarkan beragam daya tarik wisata, mulai dari air terjun alami, pertunjukan seni tradisional, hingga kerajinan khas masyarakat setempat.

Salah satu spot andalannya adalah Purangga Park, gerbang menuju panorama perbukitan hijau dengan udara sejuk yang menyegarkan. Tak hanya alamnya yang memesona, Karang Gayam juga dikenal karena budaya lokalnya yang masih terjaga.

Budaya ini dilengkapi dengan tarian dan upacara adat yang rutin digelar. Perpaduan alam, sejarah, dan tradisi menjadikan desa ini destinasi sempurna untuk menikmati sisi autentik Kebumen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *