Benteng Van der Wijck Kebumen Jadi Saksi Kemerdekaan Indonesia

Benteng Van Der Wijck Kebumen Jadi Saksi Kemerdekaan Indonesia
(Gambar : Radar Banyumas)

Jatengkita.id – Benteng Van Der Wijck merupakan salah satu peninggalan kolonial Belanda yang terletak di Gombong, Kabupaten Kebumen. Dengan arsitektur unik berbentuk segi delapan dan warna merah mencolok, benteng ini menjadi saksi bisu berbagai peristiwa sejarah di Indonesia.

Benteng Van Der Wijck bukan hanya menawarkan keindahan arsitektur kolonial, tetapi juga menyimpan berbagai cerita sejarah yang penting bagi perjalanan bangsa Indonesia. Mengunjungi benteng ini memberikan pengalaman edukatif sekaligus rekreasi yang menyenangkan.

Dibangun sekitar tahun 1833, benteng ini awalnya dikenal dengan nama Fort Cochius, diambil dari nama Jenderal Belanda Frans David Cochius. Awalnya, bangunan ini berfungsi sebagai kantor bagi kongsi dagang Belanda, VOC.

Seiring waktu, fungsinya berubah menjadi benteng pertahanan dan gudang logistik bagi tentara Belanda, terutama selama Perang Diponegoro (1825–1830).

Pada tahun 1856, Benteng Van Der Wijck mengalami perubahan fungsi menjadi Pupillen School, yaitu sekolah semi-militer untuk anak-anak keturunan Eropa yang lahir di Hindia Belanda. Sekolah ini bertujuan untuk mendidik calon perwira militer Belanda. 

Benteng Van der Wijck
(Gambar : IDN Times)

Artikel terkait : Menelusuri Jejak Kebumen dalam Perjuangan Kemerdekaan

Keunikan Arsitektur

Salah satu keunikan Benteng Van Der Wijck adalah bentuknya yang menjadikannya satu-satunya benteng berbentuk demikian di Indonesa.

Bangunan ini memiliki dua lantai dengan luas masing-masing sekitar 3.606 meter persegi dan tinggi mencapai 9.67 meter. Warna merah bata yang mendominasi bangunan menambah kesan megah dan eksotis. 

Lokasi dan Akses

Benteng Van Der Wijck terletak di Jalan Sapta Marga No. 100, Gombong, Kabupaten Kebumen, sekitar 19 kilometer dari pusat Kota Kebumen. Lokasinya yang strategis memudahkan akses bagi wisatawan yang ingin mengunjungi situs bersejarah ni. 

Saat ini, Benteng Van Der Wijck telah dialihfungsikan menjadi objek wisata sejarah yang menarik. Pengunjung dapat menjelajahi bangunan bersejarah ini dengan membayar tiket masuk sebesar 25 ribu rupiah per orang. Benteng buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB.

Ada beberapa wahana yang tersedia, seperti kereta wisata, kolam renang, dan area bermain untuk anak-anak. Destinasi ini juga pernah menjadi latar film action “The Raid 2 : Berandal” yang rilis pada tahun 2013.

Follow akun instagram Jateng Kita untuk infromasi menarik lainnya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *