Jatengkita.id – Banyak daerah di Jawa Tengah yang menyimpan aneka ragam kebudayaan uniknya, tak terkecuali Solo. Bukan hanya lewat keraton atau kuliner legendarisnya, tetapi juga melalui kampung-kampung tematik di Solo yang tersebar di berbagai sudut kota.
Kampung tersebut menawarkan pengalaman wisata yang lebih dekat dengan kehidupan warga, sarat nilai budaya, sekaligus penuh cerita sejarah yang masih hidup hingga kini.
Berbeda dari destinasi wisata konvensional, kampung tematik menghadirkan konsep wisata berbasis komunitas. Pengunjung tidak hanya datang untuk melihat, tetapi juga belajar, berinteraksi, dan ikut merasakan denyut kehidupan masyarakat lokal.
Mulai dari pertanian kota, seni mural, kerajinan tradisional, hingga sentra batik bersejarah, semuanya bisa kamu jelajahi di Solo.
-
Kampung Sayur Mojosongo
Kampung Sayur Mojosongo menjadi bukti bahwa ruang kota bisa dimanfaatkan secara produktif. Berawal dari gerakan warga menanam sayuran organik di pekarangan rumah, kampung ini kini berkembang menjadi wisata edukasi pertanian urban.
Selain kebun sayur, pengunjung juga bisa melihat langsung pengelolaan sampah, budidaya jamur, hingga perikanan skala rumahan yang dijalankan warga.
-
Kampung Hepi Joho
Warna-warni mural menjadi daya tarik utama Kampung Hepi Joho. Kampung ini dikenal sebagai ruang ekspresi seni urban yang berpadu dengan aktivitas budaya.
Sambil menyusuri gang-gang penuh mural, pengunjung dapat menikmati kuliner lokal dan mencoba kembali permainan tradisional yang kini mulai jarang ditemui.
-
Kampung Blangkon Potrojayan
Blangkon bukan sekadar aksesori, melainkan simbol identitas budaya Jawa. Di Kampung Blangkon Potrojayan, tradisi membuat blangkon telah diwariskan secara turun-temurun sejak puluhan tahun lalu.
Wisatawan dapat menyaksikan proses pembuatannya secara langsung sekaligus memahami filosofi di balik setiap motif yang dihasilkan.

-
Kampung Njawani
Kampung tematik di Solo ini hadir sebagai ruang belajar budaya Jawa yang terbuka untuk semua kalangan. Beragam aktivitas edukasi rutin digelar, mulai dari pelatihan bahasa Jawa, karawitan, hingga pentas seni tradisional.
Kampung ini menjadi titik temu antara warga, budayawan, dan akademisi dalam upaya menjaga nilai-nilai kearifan lokal.
-
Kampung Wisata Baluwarti
Berada di dalam kawasan Keraton Kasunanan Surakarta, Kampung Wisata Baluwarti menyimpan jejak sejarah masa lalu. Tata ruang, aturan adat, hingga kehidupan sosial warganya masih lekat dengan tradisi keraton.
Pengunjung dapat mengikuti berbagai kegiatan budaya, seperti membatik, memasak kuliner Jawa, hingga meracik jamu tradisional.
-
Kampung Batik Laweyan
Nama Kampung Batik Laweyan sudah lama dikenal sebagai pusat industri batik tertua di Indonesia. Deretan rumah kuno yang megah menjadi saksi kejayaan batik Solo sejak ratusan tahun lalu. Kini, kawasan ini berkembang sebagai destinasi wisata belanja, edukasi batik, dan kuliner tradisional.
-
Kampung Batik Kauman
Kampung Batik Kauman menawarkan suasana yang lebih klasik dengan motif batik pakem khas Keraton. Lokasinya yang berdekatan dengan Masjid Agung Surakarta dan Pasar Klewer menjadikannya destinasi strategis.
Selain belajar membatik, pengunjung juga bisa menikmati walking tour sambil menyusuri bangunan bersejarah peninggalan masa kolonial.
Baca juga: Filosofi Batik Khas Solo, Pekalongan, dan Lasem






