Tour De Bagelen, Perpaduan Wisata Religi dan Alam Khas Purworejo

Tour De Bagelen, Perpaduan Wisata Religi dan Alam Khas Purworejo
(Gambar: regional.espos.id)

Jatengkita.id – Desa Bagelen di wilayah Bagelen kini mulai dikenal sebagai salah satu desa wisata rintisan di Purworejo. Desa yang berada di Jawa Tengah ini memiliki beragam potensi wisata yang menarik, mulai dari wisata religi, wisata alam, hingga kerajinan dan budaya lokal.

Seluruh potensi tersebut kemudian dikemas dalam satu paket perjalanan bernama Tour De Bagelen. Konsep wisata ini mengajak pengunjung menjelajahi sisi spiritual, keindahan alam, serta kekayaan budaya desa dalam satu perjalanan yang lengkap.

Berawal dari Wisata Religi Petilasan Sunan Geseng

Perkembangan wisata di Desa Bagelen bermula dari keberadaan petilasan Sunan Geseng yang sejak lama menjadi tujuan ziarah masyarakat. Banyaknya pengunjung yang datang untuk berziarah mendorong warga setempat untuk mengembangkan potensi wisata lainnya di sekitar desa.

Selain petilasan Sunan Geseng, terdapat pula beberapa destinasi religi lain seperti Makam Nyai Bagelen, Masjid Santren Kyai Badlowi, serta Masjid Sunan Geseng yang menjadi bagian penting dalam paket wisata Tour De Bagelen.

D’Bagelen Hills, Wisata Alam dengan Panorama Perbukitan

Selain wisata religi, Desa Bagelen juga menawarkan keindahan alam yang memikat melalui kawasan wisata D’Bagelen Hills. Area ini terdiri dari dua spot utama, yaitu Watu Tumpang dan Watu Gubuk.

Watu Tumpang dinamai demikian karena batu-batu besar di lokasi tersebut tersusun saling bertumpuk sehingga membentuk panorama unik. Sementara itu, Watu Gubuk merupakan batu berukuran besar yang bagian bawahnya dapat dimanfaatkan sebagai tempat berteduh.

Dari kawasan ini, wisatawan dapat menikmati pemandangan perbukitan yang asri, bahkan menyaksikan momen matahari terbit maupun matahari terbenam saat cuaca cerah.

Wisata Edukasi Kerajinan dan Produk Lokal

Tak hanya menyuguhkan panorama alam dan nilai spiritual, Tour De Bagelen juga menghadirkan wisata edukasi bagi para pengunjung. Wisatawan dapat melihat langsung proses pembuatan berbagai kerajinan khas desa, seperti miniatur kapal layar dari bambu.

wisata religi
Tour de Bagelan tidak hanya fokus pada wisata religi, namun juga menawarkan wisata alam dengan pesona yang menarik (Gambar: radarpurworejo.jawapos.com)

Selain itu, ada juga kerajinan bonsai mati yang memiliki nilai seni tinggi. Tersedia pula pengalaman edukasi pembuatan gula jawa secara tradisional yang memperlihatkan bagaimana masyarakat setempat memanfaatkan hasil alam untuk produk bernilai ekonomi.

Mengenal Budaya Lokal yang Masih Terjaga

Kekayaan budaya juga menjadi bagian penting dari perjalanan Tour De Bagelen. Pengunjung dapat menyaksikan kesenian tradisional seperti jaran kepang serta lantunan salawat Jawa yang masih dilestarikan oleh masyarakat setempat.

Keberadaan unsur budaya ini menjadikan Tour De Bagelen tidak sekadar wisata biasa, tetapi juga sarana mengenal tradisi dan kearifan lokal masyarakat desa.

Potensi Pengembangan Wisata Desa

Pengelolaan wisata di Desa Bagelen berada di bawah kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Paduga. Nama Paduga sendiri diambil dari gabungan tiga dusun yang ada di desa tersebut, yaitu Dusun Pakuran, Dukuh, dan Gatep.

Ke depan, pengelola berencana mengembangkan fasilitas tambahan seperti area camping ground di kawasan D’Bagelen Hills. Dengan konsep ini, wisatawan nantinya dapat menikmati pengalaman bermalam di alam terbuka sambil menyaksikan panorama sunrise dan sunset dari perbukitan Bagelen.

Melalui konsep wisata terpadu tersebut, Tour De Bagelen diharapkan mampu menjadi daya tarik baru bagi wisatawan yang ingin merasakan perpaduan keindahan alam, nilai religi, serta budaya khas desa di Purworejo.

Selain memberikan pengalaman wisata yang berkesan, pengembangan desa wisata ini juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

Baca juga: 5 Masjid Destinasi Wisata Religi Populer di Jawa Tengah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *