Jatengkita.id – Kabar baik buat warga Magelang dan Temanggung! Dinas Perhubungan Jawa Tengah (Dishub Jateng) baru saja mengumumkan bahwa layanan Bus Trans Jateng bakal punya koridor baru mulai 2027.
Rencananya, rute anyar ini bakal menghubungkan Kota Magelang, Kabupaten Magelang, dan Temanggung, yang kemudian disingkat “Gelangmanggung”.
Animo Penumpang Terus Naik
Data Dishub Jateng mencatat, jumlah penumpang Trans Jateng periode Januari–April 2026 tembus 3.331.899 orang. Angka ini jadi bukti nyata bahwa kebutuhan masyarakat terhadap transportasi publik terus meningkat dari waktu ke waktu.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyebut tingginya jumlah pengguna ini menunjukkan animo masyarakat terhadap moda transportasi massal makin besar. Saat ini, Trans Jateng sudah beroperasi di tujuh koridor dengan total 115 unit bus.
- Semarang–Bawen
- Purwokerto–Purbalingga
- Semarang–Kendal
- Magelang–Purworejo
- Solo–Sragen
- Semarang–Grobogan
- Solo–Wonogiri
Meski begitu, permintaan masyarakat untuk penambahan armada dan perluasan jalur masih terus mengalir ke Dishub Jateng.

Koridor Baru Gelangmanggung, Solusi Magelang-Temanggung
Menjawab tingginya permintaan itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) kini menyiapkan koridor baru bertajuk Gelangmanggung, yang akan melayani rute Terminal Maron (Kabupaten Temanggung) – Terminal Tidar (Kota Magelang) – Terminal Borobudur (Kabupaten Magelang) pulang-pergi.
Rencana ini bukan hanya wacana di atas kertas. Pada 03 Juni 2026, Gubernur Ahmad Luthfi bersama Bupati Magelang, Wali Kota Magelang, dan Bupati Temanggung sudah resmi meneken kesepakatan bersama di Pendopo Kabupaten Temanggung sebagai tindak lanjut komitmen yang dijalin sejak 14 Januari 2026.
Bocoran Teknis Koridor Gelangmanggung
Layanan baru ini direncanakan melayani rute Temanggung–Kota Magelang–Kabupaten Magelang (pulang-pergi) dengan 14 armada bus.
Jam operasional pukul 05.00–19.00 WIB dan headway (jarak antar bus) kisaran 15–20 menit. Layanan ini ditargetkan mulai beroperasi pada Agustus 2027.
Menariknya, Pemprov Jateng disebut juga masih mengkaji kemungkinan penggunaan bus listrik untuk koridor ini. Beberapa pertimbangannya adalah efisiensi operasional, biaya, hingga kondisi medan di wilayah Magelang-Temanggung yang berbukit.
Bukan Sekadar Transportasi, Tapi Juga Dongkrak Pariwisata
Kenapa Magelang-Temanggung yang dipilih? Selain karena banyak diusulkan warga, kawasan ini juga menyimpan potensi wisata yang besar, termasuk kawasan Borobudur yang jadi salah satu ikon wisata nasional.
Dengan transportasi publik yang semakin terintegrasi, akses masyarakat maupun wisatawan menuju berbagai destinasi di Magelang dan Temanggung diharapkan jadi jauh lebih mudah dan murah.
Kehadiran Trans Jateng Gelangmanggung juga diharapkan bisa menghidupkan kembali sistem transportasi terintegrasi, baik di level sub regional maupun nasional.
Koridor ini nantinya akan terhubung dengan koridor Trans Jateng Magelang-Purworejo yang sudah lebih dulu tersambung dengan sistem transportasi nasional lewat jalur kereta api.
Di tingkat lokal, Dishub Jateng juga berencana mengintegrasikan layanan angkutan sekolah gratis. Angkutan ini sudah ada di Kabupaten dan Kota Magelang ke dalam sistem Trans Jateng, termasuk membuka rute khusus menuju kawasan-kawasan wisata.
Dengan kata lain, koridor Gelangmanggung ini bukan hanya soal “menambah rute bus”, melainkan jadi bagian dari upaya membangun ulang sistem transportasi lokal, dari kota sampai pedesaan, yang saling terhubung satu sama lain.






