Jatengkita.id – Saat berkunjung ke Candi Borobudur kalian akan terhipnotis oleh kemegahan dan keindahan bangunan yang sudah berdiri selama ratusan tahun itu. Pada kemegahan bangunan tersebut berjajar bangunan menyerupai lonceng terbalik di setiap gundukan terasnya yang disebut stupa Candi Borobudur.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, stupa merupakan bangunan suci dari batu bagi agama Buddha untuk menyimpan relik atau benda-benda suci sang Buddha. Stupa merupakan elemen penting dalam arsitektur Buddha. Ia menyimbolkan pencerahan, kesucian, dan perjalanan menuju nirwana.
Stupa Candi Borobudur memiliki bentuk yang berbeda. Pada setiap bentuknya juga memiliki makna yang berbeda-beda pula. Menurut ajaran agama Buddha, alam semesta digambarkan menjadi tiga bagian besar, yaitu Kamadhatu, Rupadhatu, dan Arupadhatu.
Ketiga bagian besar inilah yang menyusun struktur Candi Borobudur. Terdapat 73 stupa yang terdiri dari satu stupa induk di puncak, 16 stupa di teras melingkar III, 24 stupa di teras melingkar II, dan 32 stupa di teras melingkar I.
Stupa dibagi lagi menjadi tiga bagian. Chatra merupakan bagian puncak berupa payung, Yasti bagian tengah yang dikelilingi harmika, dan Anda bagian dasar berbentuk bulat.

Stupa induk atau stupa puncak adalah stupa yang paling besar di antara stupa teras lainnya. Stupa ini tidak berlubang dan memiliki garis tengah 9.90 meter tinggi tujuh meter. Saat ditemukan, isi stupa induk dalam keadaan kosong.
Dalam filosofi Buddha kekosongan stupa induk melambangkan Sunyata atau tingkat tertinggi pencerahan. Ini adalah simbol kebebasan mutlak dari dunia materi, pikiran, di mana sang Buddha mencapai kesempurnaan yang tak berwujud.
Perbedaan stupa induk dengan stupa teras lainnya terdapat pada lubang di setiap bagian tengahnya. Stupa induk tidak memiliki lubang terawang, sedangkan stupa teras memiliki lubang terawang dengan bentuk tertentu.
Setiap teras pada Candi Borobudur memiliki bentuk lubang terawang dan bentuknya berbeda beda setiap teras. Pada teras I dan teras II lubang pada stupa memiliki bentuk belah ketupat. Lubang berbentuk belah ketupat ini merupakan simbol ketidakstabilan.
Bentuknya dianggap mewakili kondisi yang masih “belum sempurna” atau proses menuju kestabilan spiritual.
Pada teras III memiliki bentuk lubang segi empat yang merupakan simbol kestabilan dan kesempurnaan. Bentuk kotak mencerminkan kondisi yang mantap, tidak mudah goyah secara spiritual maupun mental.
Bagi agama Buddha, stupa pada candi bukan hanya sekadar gundukan batu suci. Lebih dari itu, stupa merupakan simbol visual dari perjalanan spiritual menuju pencerahan (nirvana).






