Jatengkita.id – Salah satu brand minuman kenamaan Indonesia, Marjan, kembali dengan iklan yang menarik. Produk minuman yang jadi parameter datangnya Ramadan tersebut kali ini mengangkat kisah Punakawan, yaitu Nakula dan Sadewa yang membasmi Sengkuni, koruptor berwujud tikus.
Banyak publik menunggu iklan ikonik Marjan lantaran inovasinya setiap tahun yang sangat unik dan kreatif. Biasanya, kisah Marjan akan dibagi menjadi beberapa episode yang ditayangkan sebelum hingga setelah bulan Ramadan usai.
Model cerita yang berseri dan sering mengangkat tema kepahlawanan menjadikan Marjan mendapat nama istilah populer dan mahal, yaitu Marjan Cinematic Universe.
Alih-alih jadi tandingan MCU (Marvel Cinematic Universe) MCU, Marjan berhasil memodifikasi konsep marketing yang smooth dan selalu dinanti. Strategi musiman Marjan dinilai sangat matang dalam konsep dan strateginya tepat sasaran.

Berbeda dengan produk minuman lain yang dipasarkan dengan menyoroti kesegaran atau kenikmatan produk, Marjan selalu menghadirkan konsep out of the box. Karena selalu menyoroti Ramadan, iklan ini juga dikemas dengan suasana yang hangat khas Ramadan, seperti kebersamaan dan saling berbagi.
Iklan ini juga konsisten mengangkat kearifan lokal berbagai daerah di Indonesia, mulai dari kebudayaan hingga kesenian. Beberapa serial bahkan mentransformasi cerita rakyat Nusantara yang disesuaikan dengan perkembangan budaya modern kala itu.
Kritik Terhadap Koruptor dan AI
Tahun 2026, Marjan menyoroti dinamika sosial-politik di Indonesia, seperti pananganan koruptor. Selain itu, iklan ikonik ini juga mengangkat tren penggunaan AI dalam berbagai aspek kehidupan. Dua poin utama tersebut menjadi bentuk sarkasme komunikasi yang mengkritik Pemerintah dan menyinggung AI.
Kisah ini dibungkus dalam cerita pewayangan Punakawan, yaitu Nakula dan Sadewa yang mencoba menangkap Sengkuni. Cerita yang akrab dengan masyarakat Jawa tersebut berhasil diadaptasi mengikuti tren saat ini, yaitu penggunaan teknologi AI.
Alur Petualangan Punakawan Part 1
Nakula dan Sadewa adalah bagian dari divisi serangan siber sebuah kota digital. Mereka melacak adanya sistem keuangan yang dibobol oleh Sengkuni.
Dalam usaha pengejarannya, Nakula dan Sadewa kehilangan Sengkuni dalam pelarian. Seperti biasa, akhir episode diakhiri dengan aksi minum sirup Marjan bersama.
Baca juga:
Keistimewaan Wayang Kulit Gagrak Surakarta, Tetap Eksis di Era Modern


