Berita  

Atasi Stunting di Gisikdrono, PLN Pusharlis Gelar Srikandi Care 2025

Atasi Stunting di Gisikdrono, PLN Pusharlis Gelar Srikandi Care 2025
Penyerahan simbolis bantuan alat kesehatan dari Srikandi Pusharlis Semarang kepada Kelurahan Gisikdrono, Semarang Barat (Gambar: Arsip)

Jatengkita.id – Srikandi PT PLN Pusat Pemeliharaan Tenaga Kelistrikan (Pusharlis) Semarang menggelar program tanggung jawab sosial lingkungan (TJSL) di Kelurahan Gisikdrono, Semarang Barat pada hari Rabu (12/11/2025).

Agenda yang mengusung tema, “Srikandi Care 2025: Peningkatan Kesehatan Ibu dan Anak” ini digelar bertepatan dengan Hari Kesehatan Nasional. Acara tersebut diikuti oleh perwakilan kader Posyandu dari 13 RW dan beberapa perangkat kelurahan.

Baca juga: Semarang Gencarkan Program Nihil Stunting Lewat Tim Pendamping Keluarga

Ketua Srikandi Pusharlis, Sumarni, mengatakan bahwa Kelurahan Gisikdrono menjadi daerah yang butuh perhatian serius karena tingginya angka gizi buruk dan stunting. Realita tersebut menjadikan lokasi ini sebagai pilihan untuk penyelenggaraan program TJSL.

“Lokasi ini dipilih oleh kami karena kebetulan ini merupakan kelurahan yang di daerah ring 1 dekat sekali dengan PLN Pusharlis UP2W V yang ada di Krapyak. Kemudian juga kalau kita lihat dari angka stunting ini merupakan angka yang tertinggi,” paparnya.

Melihat kondisi tersebut, Srikandi PLN Pusharlis berupaya memberikan bantuan untuk menurunkan angka gizi buruk dan stunting. Salah satu bentuknya melalui peningkatan kesehatan ibu dan anak.

“Di kelurahan ini, kami memberikan bantuan berupa alat-alat kesehatan. Kemudian bantuan ke posyandu, pendampingan. Setelah agenda ini, kami melakukan pelatihan ke posyandu di kelurahan,” tambah Sumarni.

Tak hanya berhenti pada program pendampingan, pihaknya juga akan melakukan evaluasi untuk melihat perubahan yang terjadi.

“Kita akan melakukan pelatihan dan setiap tahun kita akan melakukan evaluasi. Kita akan lihat, angka stuntingnya menurun atau bahkan tidak ada sama sekali.”

gisikdrono
PT PLN Pusharlis bersama kader posyandu dan perangkat kelurahan Gisikdrono, Semarang Barat (Gambar: Arsip)

Menurut (Plt) Lurah Gisikdrono, Sandy Inderawan, kasus gizi buruk dan stunting yang ada di kelurahan Gisikdrono dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti pola asuh dan kondisi ekonomi.

Dengan adanya program bantuan dari Srikandi PT PLN Pusharlis Semarang ini, ia sangat bersyukur dan berharap bisa memberikan keringanan bagi warga, utamanya dalam bidang kesehatan.

“Tentu dengan adanya kegiatan seperti ini, yang paling utama bersyukur karena masih dibantu. Harapan kami ke depan semoga dengan kegiatan ini bisa memberikan manfaat yang benar-benar sampai ke warga kami. Di wilayah kami ini cukup luas dan warganya cukup banyak. Semoga dengan kegiatan ini bisa cukup membantu meringankan, terutama dari sisi kesehatan,” ungkap Sandy.

Rekomendasi untuk Anda: Rekomendasi 4 Wedang Khas Jawa Tengah untuk Musim Hujan

Program Srikandi Care tidak hanya memberikan edukasi kesehatan. Ada pula pelatihan bagi kader posyandu untuk selanjutnya bisa disosialisasikan kepada masyarakat luas melalui Pemberdayaan Kesejahteraan keluarga (PKK).

Selain itu, ada juga penyuluhan bagi ibu hamil dan menyusui serta parenting keluarga untuk mengoptimalkan pertumbuhan anak.

“Harapan kami, acara ini menjadi inspirasi bagi semua pihak untuk bersama-sama mencegah stunting dan memastikan generasi penerus yang lahir sehat, kuat, cerdas, dan membanggakan untuk bangsa,” pungkas Sumarni.

Baca juga: Cegah Stunting Lewat Makanan Sehat untuk Ibu Hamil

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *