Jatengkita.id – Jawa Tengah tak hanya terkenal dengan makanan lezatnya, tapi juga dengan aneka minuman hangat yang disebut wedang. Wedang khas Jawa Tengah memiiliki arti “minuman panas”.
Di musim hujan, masyarakat Jawa kerap mencari kehangatan dari minuman berbumbu rempah yang menyehatkan dan memberi rasa nyaman. Berikut empat minuman khas Jawa Tengah yang bisa Anda coba buat sendiri di rumah, lengkap dengan resep dan manfaatnya.
1. Wedang Ronde – Hangat, Manis, dan Penuh Kejutan
Wedang Ronde adalah minuman legendaris khas Kota Solo yang menggabungkan kuah jahe hangat dengan bola-bola ketan berisi kacang tanah. Rasanya pedas manis dan menyegarkan, sempurna untuk dinikmati saat hujan turun. Cita rasanya pedas manis, lembut, dan menenangkan.
Resep Wedang Ronde
Bahan kuah:
- 2 ruas jahe, dibakar lalu digeprek
- 100 g gula merah
- 500 ml air
- Sejumput garam
Bahan ronde:
- 150 g tepung ketan
- 50 ml air hangat
- 2 sdm kacang tanah sangrai, haluskan untuk isian
- Pewarna makanan (opsional)
Cara membuat:
- Rebus air, jahe, gula merah, dan garam hingga mendidih dan harum.
- Uleni tepung ketan dengan air hangat hingga kalis, bentuk bulatan kecil dan isi dengan kacang tanah halus.
- Rebus ronde hingga mengapung, angkat dan tiriskan.
- Sajikan ronde dalam mangkuk dan siram dengan kuah jahe hangat.
Baca juga: Wedang Ronde : Minuman Legendaris Historis dan Filosofis
2. Sekoteng – Paduan Hangat dan Gurih yang Meriah
Sekoteng dikenal dengan kuah jahe panas dan aneka isian yang membuatnya meriah di setiap sendokannya. Minuman ini cocok dinikmati malam hari untuk menghangatkan badan. Cita rasanya gurih manis dengan perpaduan tekstur lembut dan renyah.
Resep Sekoteng
Bahan kuah:
- 2 ruas jahe, dibakar dan digeprek
- 100 g gula pasir
- 500 ml air
- Sejumput garam
Bahan isian:
- 2 sdm kacang hijau rebus
- 2 sdm kacang tanah sangrai
- 1 sdm pacar cina (mutiara sagu), rebus hingga matang
- Potongan kecil roti tawar
Cara membuat:
- Rebus air dengan jahe, gula, dan garam hingga harum.
- Siapkan mangkuk berisi isian (kacang, pacar cina, roti).
- Tuangkan kuah jahe panas ke dalam mangkuk dan sajikan segera.
3. Wedang Coro – Cita Rasa Rempah dari Demak

Wedang Coro adalah minuman tradisional khas pesisir Jawa Tengah dengan aroma rempah yang kuat. Rasanya manis pedas, menghangatkan tenggorokan dan menenangkan tubuh. Wedang khas Jawa Tengah ini terasa manis pedas dengan wangi rempah yang khas dan menenangkan.
Resep Wedang Coro
Bahan:
- 2 ruas jahe, digeprek
- 1 batang serai, memarkan
- 1 batang kayu manis
- 2 butir cengkih
- 2 sdm gula merah (atau sesuai selera)
- 500 ml air
Cara membuat:
- Rebus air hingga mendidih.
- Masukkan semua bahan, rebus 10–15 menit hingga aromanya keluar.
- Saring dan sajikan hangat.
4. Wedang Uwuh – Warna Merah Hangat dari Yogyakarta
Wedang Uwuh terkenal dengan tampilannya yang unik, yaitu penuh rempah dan berwarna merah cerah dari kayu secang. Meski tampak seperti campuran “daun dan ranting”, minuman ini justru kaya manfaat. Wedang ini memiliki rasa pedas manis dengan sensasi herbal dan aroma rempah yang lembut.
Resep Wedang Uwuh
Bahan:
- 1 ruas jahe, digeprek
- 3 lembar daun pala
- 1 batang kayu manis
- 2 butir cengkih
- 1 sdm kayu secang kering
- 2 sdm gula batu
- 500 ml air
Cara membuat:
- Rebus air hingga mendidih, masukkan semua bahan kecuali gula batu.
- Rebus 15 menit hingga air berubah warna merah tua.
- Tambahkan gula batu, aduk rata.
- Sajikan selagi hangat
Wedang khas Jawa Tengah bukan sekadar penghangat tubuh, tapi juga simbol kehangatan budaya dan kebersamaan.
Jadi, saat hujan turun, tak ada salahnya menyiapkan salah satu minuman tradisional ini di rumah. Kehangatan rempah dan nostalgia Jawa akan membuat hari Anda lebih tenang dan berwarna.






