Jatengkita.id – Resmi rilis serentak pada 12 Juni 2025 di bioskop seluruh Indonesia, film Hayya 3: Gaza mengangkat seruan melawan genosida. Film ini merupakan sekuel ketiga di bawah besutan sutradara Jastis Arimba.
Helvy Tiana Rosa dan Oki Setiana Dewi juga masih memproduseri film ini setelah sukses di film kedua berjudul Hayya 2: Hope, Dream, & Reality. Sementara itu, untuk rumah produksi juga masih menggunakan Warna Pictures dan 786 Productions.
Alur dalam film Hayya 3 menegaskan tentang upaya melawan genosida Israel terhadap Palestina yang akan dibalut dengan drama keluarga.
Keuntungan 40 persen dari penjualan tiket akan didonasikan ke Palestina. Cara ini menarik perhatian publik lantaran donasi bisa dikemas dengan menonton film. Tak hanya terhibur, penonton juga sekaligus menunaikan amal lewat sedekah.
Di sekuel ketiga ini, film Hayya masih konsisten mengedukasi publik tentang alasan mengapa harus mendukung Palestina. Negara ini adalah negara yang berdaulat dan sudah ada sebelum Israel berdiri.
Kisah itu bermula dari bangsa Yahudi yang menjadi korban Holokaus yang mengungsi dan diterima di Palestina dengan baik. Namun semakin lama, mereka bertingkah seolah menjadi pemilik negara dan perlahan merebut wilayah kekuasaan Palestina.
Mereka selalu berdalih bahwa bumi Palestina adalah tanah yang dijanjikan yang harus mereka rebut dan pertahankan. Karena itu, mereka selalu memerangi Palestina dan melakukan penyimpangan-penyimpangan HAM. Meski nyata di depan mata, dunia tetap saja bungkam.
Isu kemanusiaan juga menjadi topik unggulan. Kejahatan genosida Israel harus dihentikan, salah satunya melalui boikot.
Meski terkesan sederhana, namun gerakan global ini bisa memberikan dampak signifikan bagi Israel. Teruslah konsisten untuk tidak membeli barang yang diproduksi perusahaan-perusahaan berafiliasi dengan Israel.
Kita juga memiliki peran untuk terus mengedukasi orang-orang sekitar sebagai bentuk dukungan yang bisa kita lakukan bagi saudara di Palestina.
Melansir dari RRI, film Hayya 3: Gaza mendapat dukungan dari MUI. Menteri Kebudayaan, Fadli Zon menyebut film ini merupakan karya penting untuk melawan narasi propaganda Israel.
Di sini, penonton akan disuguhi beberapa scene kondisi Palestina yang disisipkan dalam film. Ada juga video singkat Aksi Bela Palestina yang pernah dilaksanakan di Lapangan Medan Merdeka (Monas) pada bulan November tahun 2024.
Beberapa pemuka agama seperti Bachtiar Nasir dan lainnya juga muncul dalam film sebagai pendongkrak motivasi. Hal menarik lainnya, bioskop akan didominasi penonton yang mengenakan atribut bertema Palestina, seperti syal, jilbab, kaos, atau lainnya.

Baca juga: Satu Tahun Genosida di Palestina dalam Angka
Sinopsis Singkat
Film ini berfokus pada anak kecil bernama Abdullah Gaza yang menjadi yatim piatu. Ayahnya meninggal dunia sepulang dari aktivitas menjadi relawan di Palestina. Ia kemudian dikirimkan ke panti asuhan yang dibina oleh Oki Setiana Dewi.
Belum lama tinggal di panti, seorang perempuan yang mengaku sebagai bibi Gaza, diperankan oleh Aryani Fitria, datang untuk mengambil alih hak asuhnya. Ia mengaku akan merawat Gaza untuk menjalankan amanah kakaknya.
Setelah berhasil menunjukkan beberapa dokumen sebagai bukti, panti asuhan akhirnya mengizinkan Gaza untuk tinggal bersama bibinya. Namun, konflik mulai muncul ketika bibinya mengalami KDRT.
Suaminya, yang diperankan oleh Husein Alatas adalah pelaku human trafficking. Ia akan menjual Gaza sebagai dalih untuk melunasi hutang.
Film Hayya 3: Gaza juga dibintangi oleh aktris muda, Cut Syifa, dan masih melibatkan Fauzi Baadilla yang sebelumnya mengambil peran utama di film Hayya 2.
Follow akun instagram Jateng Kita untuk informasi menarik lainnya!






