5 Kuliner Jawa Tengah Berbahan Dasar Beras Ketan

5 Kuliner Jawa Tengah Berbahan Dasar Beras Ketan
Wajik (Gambar: istockphoto.com)

Jatengkita.id – Ragam kuliner Jawa Tengah menjadi salah satu kekayaan yang patut dicoba dan dibuktikan kualitas rasanya. Bagi masyarakat Jawa, beras ketan menjadi bahan yang cukup familiar. Dalam kehidupan sehari-hari, bahan ini sering diolah jadi kudapan yang sederhana dan enak. 

Meskipun namanya beras ketan, bahan ini tidak mengandung gluten. Selain itu, hampir tidak ada kandungan lemak dan kolesterol dalam beras ketan.

Demikian ketika dimasak terlihat lengket seperti lem, beras ketan juga cukup pulen teksturnya ketika diolah. Sehingga, membuat cita rasa masakan menjadi lebih gurih dan legit.  

Beras ketan mengandung banyak manfaat seperti vitamin B, vitamin D, potasium, hingga fosfor yang bisa ditemukan di dalamnya. Bahan ini biasanya menjadi olahan berbagai makanan tradisional. Beberapa di antaranya akan kami rangkum dalam ulasan berikut ini.

  1. Jadah

Kuliner ini merupakan makanan tradisional khas Jawa Tengah yang terbuat dari bahan-bahan sederhana. Kue basah berwarna putih ini memiliki tekstur kenyal sedikit lembek dan juga lengket.

Kudapan ini terbuat dari beras ketan yang dimasak bersama parutan kelapa dan garam, sehingga menghasilkan tekstur yang kenyal dan juga gurih.

Jadah ternyata memiliki berbagai variasi di berbagai daerah. Makanan ini cukup populer di masyarakat karena keberadaannya sering disajikan dalam berbagai acara besar, baik adat maupun perayaan seperti pernikahan dan selamatan.

Kudapan ini dianggap sebagai makanan yang penting sebagai simbol kebersamaan. Hal ini karena jadah memiliki makna simbolis sebagai perekat hubungan antarkeluarga.

  1. Lemper

Kepopuleran lemper sudah meluas, baik di desa maupun di kota. Kudapan yang satu ini banyak ditemukan di daerah Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur. 

Lemper merupakan salah satu makanan khas dari Jawa yang terbuat dari beras ketan dan dimasak dengan santan. Biasanya diisi dengan kentang, tempe, mie, dan daging ayam cincang, lalu dibungkus dengan daun pisang menyerupai lontong, tetapi dengan ukuran yang mini.

Bagi masyarakat, lemper dianggap sebagai sebuah simbol persaudaraan. Hal ini dikaitkan dengan sifat ketan yang jadi bahan utama, menyimbolkan hubungan antar manusia yang saling bersatu. 

Lengketnya ketan juga dianggap bisa mendatangkan rezeki bagi orang yang menyantapnya. Lemper juga sering dijadikan isian snack dalam acara formal maupun nonformal. Tak heran jika makanan ini selalu ada di setiap acara hajatan, upacara, maupun keagamaan.

kuliner jawa tengah
Rengginang (Gambar: istockphoto.com)
  1. Wajik

Wajik merupakan makanan berwarna cokelat kehitaman dengan tekstur lengket dan rasa yang manis. Kuliner ini terbuat dari ketan, santan, gula merah, dan juga kelapa. Wajik sering hadir dalam sebuah seserahan atau hajatan pernikahan karena memiliki makna yang dalam bagi pengantin. 

Makna wajik bagi sang mempelai adalah lambang harapan kepada pasangan agar senantiasa lengket dan tak terpisahkan hingga tua, serta selalu bersabar dalam mengarungi dunia pernikahan.

Baca juga: Mengulik 10 Makanan Pernikahan Adat Jawa dan Maknanya

  1. Semar Mendem

Makanan terkenal yang satu ini merupakan kudapan berwarna cokelat kehitaman dengan tekstur lengket dan rasa yang manis.  Tampilannya, tidak jauh berbeda dengan lemper: berbentuk gemuk dan padat, sangat populer di Kota Solo dan Yogyakarta.

Makanan ini merupakan kue tradisional Indonesia yang terbuat dari ketan berisi ayam suwir dan dibungkus dengan dadar telur. Tampilannya sangat simpel dan menarik.

  1. Rengginang

Di Jawa Tengah, rengginang jadi camilan yang selalu hadir saat Idulfitri. Camilan gurih dan renyah ini berbahan dasar beras ketan yang dijemur di bawah terik matahari hingga kering. Setelah kering, barulah digoreng hingga matang dan menghasilkan tekstur yang super renyah. 

Camilan sederhana dengan harga murah ini masuk ke dalam jenis kerupuk karena garing dan teksturnya ringan. Biasanya, rengginang punya berbagai bentuk di masing-masing daerah, mulai dari bulat, gepeng, hingga bentuk lainnya. 

Tidak hanya sekadar camilan biasa, rengginang juga memiliki makna filosofis terutama di Jawa. Makanan ini melambangkan kebersamaan dan kesabaran. Rengginang  bisa ditemukan di  pasar tradisional maupun toko oleh-oleh terdekat.

Follow akun instagram Jateng Kita untuk informasi menarik lainnya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *