Mengapa Belanda Banyak Menanam Pohon Asam Jawa di Pinggir Jalan?

Mengapa Belanda Banyak Menanam Pohon Asam Jawa di Pinggir Jalan?
(Gambar: istockphoto.com)

Jatengkita.id – Penjajahan Belanda ke Indonesia meninggalkan banyak warisan yang hingga kini masih bisa dilestarikan. Salah satu yang masih bisa dijumpai adalah pohon asam Jawa (Tamarindus indica) yang berada di pinggir jalan.

Semarang, sebagai salah satu wilayah yang pernah berada di bawah kekuasaan pemerintah kolonial Belanda, diketahui ditanami pohon asam Jawa meski kini jumlahnya tak banyak. Rupanya, Belanda memiliki beberapa alasan mengapa banyak menanam pohon asam Jawa.

Ada filosofi di balik penanaman pohon ini, seperti estetika dan lingkungan. Namun, tak sekadar itu saja, berikut ini ulasan singkat latar belakang penanaman pohon Asam Jawa di pinggir jalan oleh Belanda.

  1. Tata Ruang Kota

Tujuan Belanda menanam banyak pohon Asam Jawa di pinggir jalan adalah memperindah penataan kota. Hal ini dilakukan sekaligus untuk menunjukkan identitas dan kebijaksanaan Belanda itu sendiri.

Kanopi pohon asam Jawa yang lebat dan daun kecil namun rapat, bisa memberikan keteduhan alami dan kesan asri. Pada jaman dulu, para pejalan kaki dan kereta kuda sangat terbantu dengan kerimbunan tersebut karena terlindung dari panas.

Kondisi jalan yang rapi dan humanis inilah yang menunjukkan kemajuan dan estetika kota. Budaya Eropa coba diinternalisasikan Belanda di wilayah jajahannya.

pohon asam jawa
(Gambar: istockphoto.com)
  1. Ekologi

Daun pohon Asam Jawa yang lebat mampu menyerap karbondioksida dan menghasilkan banyak oksigen. Hal ini tentu berfungsi mengurangi polusi udara.

Selain itu, akarnya yang besar dan kokoh juga mampu menyerap air dalam jumlah banyak. Meski demikian, akar pohonnya tidak mengganggu akses jalan karena tertanam di dalam tanah, tidak sampai mencuat keluar. Sehingga, akan aman dari angin kencang.

Pohon Asam Jawa juga dikenal memiliki umur panjang dan mudah perawatannya. Keunggulan-keunggulan tersebut menjadi alasan Belanda menanam pohon ini.

  1. Ekonomi

Pohon asam Jawa bisa dimanfaatkan buahnya untuk komoditas Belanda. Mereka menggunakannya untuk bahan masakan, rempah-rempah, penambah rasa masakan, hingga obat-obatan. Selain untuk konsumsi internal, buahnya juga bisa dieskpor ke luar negeri.

Di sisi lain, penanaman pohon asam Jawa menjadi cara jitu bagi pemerintah kolonial Belanda yang menerapkan sistem tanam paksa. Masyarakat sekitar yang dituntut memproduksi hasil bumi bisa memanfaatkan pohon ini.

Baca juga: Arsitektur Tropis pada Rumah Dinas Era Kolonial Belanda di Magelang

Terlepas dari jajahan, Belanda tetap memberikan kontribusi positif bagi wilayah-wilayah jajahannya. Mereka coba menerapkan pembangunan berkelanjutan melalui pohon asam Jawa yang kini kita tahu banyak sekali manfaatnya untuk masa depan.

Selain itu, Belanda juga membangun budaya jalan kaki dan memfasilitasinya dengan akses jalan yang teduh dan asri. Di sisi inilah humanisme menjadi budaya baik yang ditumbuhkan.

Follow akun instagram Jateng Kita untuk informasi menarik lainnya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *