Jatengkita.id – Rip current merupakan arus balik yang memiliki karakteristik sempit namun kuat, dapat menarik korbannya menuju ke tengah laut. Arus ini sering terbentuk pada bibir pantai, namun sangat membahayakan jika tidak memiliki kewaspadaan yang tinggi.
Sebenarnya, arus ini merupakan sekumpulan air laut yang terjebak dari bibir pantai, tapi ingin kembali ke tengah laut.
Beberapa caranya yaitu melalui cela-cela karang, topografi pantai yang tidak merata, hingga akhirnya air tersebut dapat berhasil kembali, meskipun terdapat material-material yang ikut terbawa seperti alga, dan sejenisnya.
Rip current terbentuk secara alami pada pantai, laut, danau, atau semacamnya yang melibatkan gelombang, topografi pantai atau sejenisnya, serta pergerakan air. Pada mulanya, gelombang yang berasal dari tengah, bergerak menuju daratan.
Air tesebut berkumpul di sekitar bibir pantai yang pada akhirnya menciptakan tumpukan air sementara. Air yang berkumpul tidak sepenuhnya kembali ke laut karena terhalang oleh gelombang berikutnya. Begitu seterusnya hingga menyebabkan peningkatan tekanan air pada area tersebut.
Air berusaha untuk kembali ke tengah laut. Jika topografi pada pantai tersebut tidak rata, atau pantai tersebut memiliki sedikit cela pada gundukan pasir (sandbar), air akan mengalir dengan deras melalui cela tersebut.
Pada akhirnya, aliran air tersebut dapat disebut sebagai rip current. Arus ini bergerak lurus dari bibir pantai, menuju laut lepas dengan membawa berbagai material seperti pasir, alga, dan lain sebagainya.
Ciri-ciri Rip current
- Area air yang terlihat lebih tenang daripada area lain dapat diindikasikan sebagai rip current. Biasanya area ini terbentuk karena di sekitarnya terdapat gelombang cekung ke arah kanan dan kiri, sedangkan area gelombang pecah di area tengah. Biasanya memiliki gelombang yang sangat kecil, atau bahkan tidak memiliki gelombang sama sekali.
- Pada daerah yang memiliki arus rip current, airnya memiliki warna yang berbeda, atau bahkan lebih keruh daripada area air lainnya. Arus ini membawa partikel-partikel seperti sedimen, pasir, dan lain sebagainya. Warna air tersebut, dapat berwarna lebih keruh, atau bahkan lebih jernih dari area lainnya, tergantung situasi dan kondisi sebuah pantai.
- Pada area rip current, garis buih, alga, atau bahkan sampah laut terlihat menjauhi bibir pantai bergerak lurus ke arah tengah laut. Jika di sana memiliki area yang jauh lebih bersih dari area lain, dapat diindikasikan bahwa area tersebut merupakan rip current.
- Di area pantai, tentu kita bisa melihat bahwa di sana memiliki aliran gelombang pecah yang sangat kuat. Sangat berbeda dengan area rip current yang memiliki gelombang yang jauh lebih kecil, atau bahkan gelombangnya tidak pecah sama sekali.
- Area pantai yang memiliki topografi bahwah laut yang tidak merata, atau bahkan didapati gundukan pasir (sandbar), terumbu karang, dan sejenisnya, sebaiknya dihindari. Area yang memiliki karakteristik tersebut sangat rentan terjadinya rip current.
- Jika dilihat dari mata telanjang, kita hanya melihat genangan air yang tenang. Namun ternyata rip current memiliki kecepatan arus yang sangat mematikan.
- Jika diamati dengan cermat, rip current sangat sering membentuk pola aliran sempit dan memanjang. Bentuk ini mirip seperti “sungai” namun berada di aliran pantai atau laut yang mengalir ke tengah.
- Di beberapa pantai, telah memiliki tanda-tanda yang melarang para pengunjung untuk mendekati area-area yang berbahaya. Sehingga, pengunjung harus selalu waspada. Jangan mengabaikan peringatan yang telah tertera di lokasi tersebut.
(Ilustrasi: rri.co.id)
Bahaya Rip current
- Arus ini mampu menarik para perenang menjauhi bibir pantai menuju ke laut lepas dengan kecepatan 0,5 hingga 2,5 meter per detik. Hanya dalam hitungan detik saja, seseorang bisa melesat sejauh puluhan meter dari pantai. Bahkan lebih jauh jika arusnya lebih kuat dari rata-rata arus yang ada.
- Banyak para perenang yang menjadi korban rip current akibat terlalu panik. Mereka merasa kelelahan secara ekstrem dan mengakibatkan para korbannya tenggelam menuju dasar laut.
- Bagi orang yang tidak berpengalaman, rip current sangatlah sulit dikenali. Area ini terlihat sangat tenang, sehingga dapat menimbulkan ilusi “area yang aman” sampai akhirnya mereka menyadari bahaya yang mengancam kedepannya.
- Rip current sering disalahpahami bahwa arus ini akan menarik korbannya ke dalam air, sama seperti “undertow”. Tapi karena panik menguasai para korban, kebanyakan dari mereka merasa kelelahan yang berujung tenggelam.
- Kecepatan rip current jauh lebih tinggi daripada rata-rata kecepatan berenang manusia. Berenang melawan arus hanya akan menyebabkan kelelahan yang ekstrem.
- Kondisi lingkungan seperti gelombang besar, angin kencang, atau pasang surut air laut, dapat membuat arus ini semakin membahayakan. Selain itu, pada saat hujan atau saat senja, rip current dapat membuat arus ini sangat sulit untuk dikenali.
Cara Menghindari Bahaya Rip current
- Mengenali segala ciri dari rip current, seperti air yang tenang, warna air yang berbeda dari area lainnya, maupun material yang terlihat menjauhi pantai.
- Menghindari area-area yang dicurigai sebagai area rip current, misalnya tidak berenang di antara gelombang yang pecah yang jauh memiliki arus yang tenang.
- Jika telah terjebak di area tersebut, tetap tenang, jangan berenang melawan arus, dan keluar dari area tersebut hingga dirasa arusnya melemah, lalu kembali ke darat.
- Jika tidak bisa berenang, terapunglah dan segera memberikan sinyal SOS, seperti berteriak, atau melambaikan tangan untuk meminta bantuan.






