5 Novel Berlatar Jawa Tengah Ini Wajib Masuk List Bacaanmu!

5 Novel Berlatar Jawa Tengah Ini Wajib Masuk List Bacaanmu!
Novel Ulid karya Mahfud Ikhwan terbitan tahun 2016 (Gambar: Gramedia)

Jatengkita.id – Dari sekian banyak novel yang kamu ketahui dan sudah pernah baca, sudahkan kamu membaca sejumlah novel berlatar Jawa Tengah berikut ini?

Dari novel-novel tersebut, ternyata beberapa ada yang tidak hanya menarik dari segi latar ceritanya, tapi juga menarik dari segi topik utama yang diangkat.

Berangkat dari latar belakang penulis atau sastrawan yang menuliskannya, lima novel berikut ini layak kamu pertimbangkan untuk dibaca. Apa saja 5 novel berlatar Jawa Tengah itu? Berikut ini daftarnya!

  1. Para Priyayi – 1992
(Gambar: goodreads.com)

Novel berlatar Jawa Tengah yang pertama adalah Para Priyayi. Karya legendaris itu ditulis oleh sastrawan senior dan terkemuka bernama Umar Kayam.

Novel berlatar Jawa Tengah ini menceritakan tentang tokoh bernama Soedarsono yang berasal dari keluarga buruh tani. Dalam perjalananya belajar di sekolah Eropa, ia berhasil mengangkat derajat keluarganya menjadi priyayi.

Berkat dorongan seorang tokoh Asisten Wedana Ndoro Seten, Soadarsono bisa sekolah dan menjadi guru desa. Sejak itulah tokoh Seoadarsono mulai memasuki dunia elit birokrasi sebagai priyayi pangreh praja. 

Latar lokasi di mana para tokoh hidup dan dikisahkan tinggal di sana adalah di daerah Setenan, Wanagalih. Corak kultur jawa yang kental dan pemilihan nama dearah yang memiliki dasar kata dari bahasa Jawa inilah yang menjadi novel Para Priyayi jadi salah satu dari lima novel berlatar Jawa Tengah. 

Banyak perjalanan dari banyak tokoh yang juga akan diceritakan dalam novel satu ini. Tak heran untuk pembaca yang baru pertama kali mencoba membaca novel dengan banyaknya tokoh dan kisah yang diceritakan akan sedikti pusing atau setidaknya berakhir dengan pengalaman membaca yang menarik!

2. Ronggeng Dukuh Paruk – 1982

(Gambar: Gramedia)

Novel berlatar Jawa Tengah yang kedua adalah Ronggeng Dukuh Paruk. Karya yang telah diadaptasi menjadi film berjudul Para Penari ini memang sangat masyhur. Novel yang biasa menjadi makanan wajib bagi mahasiswa Sastra Indonesia ini ditulis oleh sastrawan senior Ahmad Tohari.

Lahir dan besar di Jawa Tengah membuatnya banyak melahirkan novel yang punya latar dan nuansa kental khas Jawa Tengah, termasuk Ronggeng Dukuh Paruk. Bercerita tentang kisah tragis tokoh utama bernama Srintil yang merupakan seorang penari ronggeng di desa bernama Dukuh Paruk.

Kisah Srintil yang berprofesi sebagai penari Ronggeng dan Rasus di pedalaman Dukuh Paruk di Jawa Tengah yang berakhir tragis membuat jalan cerita semakin menarik. Apalagi latar kondisi dalam novel tersebut yang menampilkan peristiwa politik tahun 1965.

Baca juga: Perlawanan Budaya Patriarki dalam Novel Gadis Kretek

3. Burung-Burung Manyar – 1981

(Gambar: Gramedia)

Novel berlatar Jawa Tengah yang ketiga adalah Burung-Burung Manyar karya Y.B. Mangunwijaya. Novel ini menggambarkan perjalanan Indonesia dalam sejarah Indonesia dari tahun 1934 hingga 1978 yang mencakupp masa penjajahan Belanda, Jepang, perang kemerdekaan, hingga masa orde baru.

Kisah cinta tokoh utama, Atik yang berasal dari Yogyakarya dan Teto yang memiliki ibu berasal dari Indonesia dan ayah dari Belanda akan menggambarkan kondisi Indonesia di zaman itu dan segala hal yang terjadi pada Indonesia di rentang 1934 hinga 1978.

Dari kaca mata dan kondisi hidup mereka hingga latar kondisi kisah cinta keduanya itulah yang akan menjadikan novel ini bukan hnaya novel romansa, tapi juga penuh dengan gambaran sejarah Indonesia di masa lalu.

4. Amba – 2012

novel berlatar jawa tengah
(Gambar: goodreads.com)

Amba menjadi novel berlatar Jawa Tengah keempat yang tak kalah menarik untuk dibaca. Novel ini bercerita tentang kisah cinta dan hidup dari tokoh utama bernama Amba yang merupakan anak seorang guru di sebuah kota kecil di Jawa Tengah.

Perjalanan kisah tokoh utama, Amba,  hingga berpindah daerah ke Kediri, Jawa Timur dan bertemu dengan tokoh lain bernama Bhisma menarik untuk disimak.

Kisah cinta mereka dikisahkan oleh penulisnya, Laksmi Pamuntjak, terputus saat terjadinya persitiwa G30S di Yogyakarta. Dalam tragedi itu Bhisma hilang. Di pulau Buru, Amba baru mengetahui apa alasan kenapa Bhisma tak pernah kembali.

5. Ulid – 2016

(Gambar: goodreads.com)

Ulid jadi novel terakhir yang sayang untuk dilewatkan jika ingin mengoleksi pengalaman membaca novel berlatar Jawa Tengah lainnya. Ditulis oleh Mahfud Ikhwan, Ulid menceritakan tentang kisah tokoh utamanya yang mengalami berbagai tantangan hidup dengan berbagai latar kondisi yang dibangun.

Ulid yang merupakan nama dari tokoh utama yang miskin kondisnya, hidup di sebuah desa terpencil di daerah Jawa Tengah.

Sebagai anak dari kampung terpencil yang hanya punya kebiasaan sehari-hari yang sederhana, Ulid pun digambarkan menyukai kegiatan sederhana seperti memanen bengkuang, hingga mendengarkan sandiwara radio.

Lanjutan dari kisah Ulid dan tokoh lainnya digambarkan dengan berbagai latar kondisi yang beragam sehingga membuat novel ini punya perspektif unik bergantung siapa pembacanya. Ada yang mengatakan novel ini membahas soal isu politik, utamanya TKI.

Ada juga yang menganggap bahwa novel ini menceritakan tentang bengkuang dan lingkungan tempat dimana Ulid tinggal. Masih banyak interprestasi untuk yang tercipta dari beragamnya latar belakang pembaca yang bisa dengan bebas memaknai novel satu ini.

Itu dia 5 novel berlatar Jawa Tengah yang bisa kamu jadikan referensi baru untuk membaca kisah menarik dan unik yang ditulis dalam latar penceritaan pulau Jawa. Dari kelima novel itu, kira-kira kamu sudah pernah baca yang mana saja? Coba tanggapi di kolom komentar!

Follow akun instagram Jateng Kita untuk informasi menarik lainnya!

Response (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *