Jatengkita.id – Sejarah mencatat bahwa Boedi Oetomo adalah organisasi pertama yang memperjuangkan kemerdekaan. Namun, fakta yang tidak diabadikan dalam buku-buku sejarah Indonesia masa kemerdekaan adalah eksistensi Sarekat Islam yang justru lebih dulu berdiri.
Organisasi ini ada sejak tahun 1905 dengan nama awal Sarekat Dagang Islam yang didirikan di Surakarta, Jawa Tengah. Corak yang dibawa Sarekat Islam adalah nasional.
Sedangkan Boedi Oetomo baru didirikan pada tahun 1908 dengan corak kedaerahan, di mana mereka hanya mengedapankan Suku Jawa dan Madura.
Haji Samanhudi adalah sosok penting dibalik peran-peran penting Sarekat Islam selama masa kemerdekaan melawan kolonialisme Belanda. Dengan tiga asas yang menjadi landasannya, yaitu Islam, kerakyatan, dan sosial, Sarekat Islam berjibaku untuk melawan hegemoni asing.
Dari unsur keanggotaan, Boedi Oetomo diisi para pelajar STOVIA (sekolah kedokteran Hindia Belanda untuk pribumi), sedangkan Sarekat Islam beranggotakan muslim.
Mengapa Boedi Oetomo Dianggap Awal Kebangkitan Nasional?
- Bila melihat periodisasi berdirinya Boedi Oetomo dengan Sarekat Islam, maka Sarekat Islam lebih dulu berdiri dibanding Boedi Oetomo.
- Bila melihat corak perjuangan, cakupan perjuangan Sarekat Islam lebih luas daripada Boedi Oetomo.
Lalu, mengapa yang dianggap sebagai awal kebangkitan nasional hingga dijadikan sebagai hari besar adalah Boedi Oetomo?

Adanya Hubungan Kedekatan Boedi Oetomo dengan Freemasonry
Banyak sumber menyebutkan adanya kedekatan organisasi Boedi Oetomo dengan Freemasonry. Beberapa di antaranya adalah paper “Freemason in Boedi Oetomo” karangan CG van Wering dan buku “Bangkitnya nasionalisme Indonesia” karya Akira Nagazumi.
Salah satu anggotanya adalah dr. Radjiman Wedyodiningrat yang bukunya pernah dijadikan sebagai pegangan para anggota Mason di Hindia Belanda. Boedi Oetomo diketahui memiliki kedekatan dengan para elit nasional yang memang beraliran paham sekuler dan tergabung dalam Freemason, teosofi.
Dengan kedekatan tersebut, tentu mereka memiliki akses dan kewenangan untuk menciptakan narasi. Kebijakan-kebijakan pun juga akan mudah mereka terbitkan untuk memengaruhi masyarakat.
Hingga kini, realita yang sudah tertanam dan masih terus berlanjut adalah Boedi Oetomo dianggap sebagai organisasi pertama yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Padahal ada Sarekat Islam yang lebih dulu bergerak melawan kolonial dan merebut kemerdekaan.
Ada satu hal menarik yang tidak banyak diketahui publik. Arta Wijaya dalam podcastnya bersama Ari Untung menyebutkan bahwa Boedi Oetomo kerap membenturkan Islam dengan budaya dan tradisi.
Boedi Oetomo banyak menghina Islam dengan beberapa pernyataan yang menyesatkan, seperti “Digul lebih penting dari pada Mekkah” dan menyebut Rasulullah Muhammad SAW sebagai hypersex.
Kini, kita memahami bahwa tenggelamnya perjuangan Sarekat Islam oleh narasi tentang Boedi Oetomo merupakan bentuk kepentingan. Organisasi yang dikenal dekat dengan Freemasonry ini juga berupaya memusuhi Islam.
Follow akun instagram Jateng Kita untuk informasi menarik lainnya!






