Jatengkita.id – Skoliosis merupakan salah satu kelainan tulang belakang berupa lengkungan kesamping atau lateral.
Jika dilihat dari belakang, bentuk tulang belakang penderita skoliosis berbentuk hurus āSā atau āCā. penyebabab scoliosis ini belum dapat ditentukan dengan pasti.
Faktor penyebab skoliosis ini yaitu faktor genetik, cedera, hormonal, abnormalitas pertumbuhan, gangguan biomekanik dan neuromuscular otot dan jaringan fibrosa.
Biasanya orang yang menderita skoliosis ini merasakan gejala seperti susah bernapas dan rasa nyeri yang hebat. Untuk meredakan rasa nyeri tersebut, penderita skoliosis bisa melakukan beberapa olahraga, karena olahraga dapat menjadi bagian penting dalam meredakan nyeri dan memperbaiki postur tubuh.
Meskipun olahraga tidak dapat menyembuhkan skoliosis sepenuhnya, aktivitas fisik teratur dapat membantu memperkuat otot-otot yang mendukung tulang belakang, memperbaiki fleksibilitas, dan mengurangi ketegangan pada area yang terkena.
Berikut ini beberapa olahraga yang aman bagi penderita skoliosis.
- Peregangan dan fleksibilitas
Latihan peregangan membantu memperbaiki fleksibilitas otot-otot sekitar tulang belakang dan memperbaiki postur.

Peregangan otot punggung, bahu, dan pinggul dapat membantu mengurangi nyeri dan meningkatkan mobilitas. Beberapa latihan peregangan yang direkomendasikan termasuk peregangan punggung, peregangan otot dada, peregangan bahu, dan peregangan hamstring.
- Latihan kekuatan inti
Latihan kekuatan inti dapat membantu memperkuat otot-otot perut, punggung, dan pinggul yang mendukung tulang belakang.

Otot-otot inti yang kuat dapat membantu meningkatkan postur tubuh dan mengurangi beban pada tulang belakang. Beberapa latihan kekuatan inti yang bisa dilakukan adalah plank, bridge, dan Russian twist.
- Berenang
Renang adalah olahraga yang sangat baik untuk penderita skoliosis karena memberikan latihan secara keseluruhan tanpa memberikan tekanan berlebih pada tulang belakang.

Berenang dapat membantu memperkuat otot-otot tubuh secara keseluruhan, meningkatkan fleksibilitas, dan mengurangi nyeri.
- Yoga atau Pilates
Kedua jenis olahraga ini fokus pada peregangan, pernapasan, dan pemusatan pikiran. Yoga atau Pilates dapat membantu meningkatkan fleksibilitas, kekuatan inti, dan postur tubuh.

Namun, pastikan untuk bekerja dengan instruktur yang berpengalaman dalam menyesuaikan gerakan sesuai dengan kebutuhan individu dengan skoliosis.
7. Latihan Schroth
Olahraga lainnya untuk penderita skoliosis adalah latihan Schroth. Ini ditujukan jika kamu mempunyai postur asimetris. Tujuannya untuk memperbaiki postur, melatih otot perut, dan mengurangi nyeri.
Dalam satu studi menemukan bahwa latihan Schroth bermanfaat meningkatkan mobilitas tulang belakang dan mempertahankan postur dalam keseharian penderita skoliosis idiopatik.
Namun, latihan ini harus menyesuaikan dengan jenis dan derajat skoliosis. Maka dari itu, kamu perlu berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu, serta melakukannya dengan terapis profesional.
Itulah beberapa olahraga yang aman bagi penderita Skoliosis. Sebelum memulai program olahraga, sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter atau fisioterapis terlebih dahulu untuk mendapatkan saran yang sesuai dengan kondisi skoliosis yang diderita.
Mereka dapat memberikan rekomendasi khusus dan memperhatikan batasan dan kebutuhan individu dalam merencanakan program olahraga yang aman dan efektif.
Baca Juga Olahraga yang Efektif Bakar Lemak di Tubuh .






