Jatengkita.id – Dalam membuat hidangan, bumbu dapur dan rempah merupakan bahan yang penting dan utama dalam olahan masakan, khususnya bagi orang Indonesia. Dengan adanya bumbu yang dipakai membuat segala masakan akan lebih enak dan pastinya kaya rasa.
Apalagi yang membuat hidangan adalah orang Indonesia yang terkenal dengan rasanya yang kaya dan beragam. Kuncinya tentu ada pada bumbunya. Penggunaan bumbu dan rempah dalam jumlah dan kombinasi yang tepat memberikan kompleksitas rasa yang mendalam.
Hal ini dikarenakan bumbu mampu memberikan lapisan rasa mulai dari pedas, manis, asam, hingga gurih, yang menjadikan masakan bercita rasa enak. Selain itu, manfaat penggunaan bumbu juga memberikan aroma yang harum dan khas pada setiap masakan.
Aroma ini tidak hanya menggugah selera, tetapi juga menambah kenikmatan saat menyantap hidangan. Aneka macam bumbu dapur khas Indonesia sudah pastinya ada di setiap rumah, karena penggunaan bumbu tersebut dipakai setiap memasak.
Namun, rasanya kurang lengkap jika kita hanya mengerti persoalan bumbu dapur tanpa memahami pentingnya penyimpanan bumbu dapur yang tepat agar kualitasnya tetap terjaga. Termasuk tidak menyimpannya di tempat yang tidak disarankan.
Berikut ini daftar bumbu yang sebaiknya tidak disimpan di kulkas agar kualitasnya tetap terjaga dengan baik.
- Batang Kayu Manis
Kayu manis sebenarnya sudah ada sejak zaman sebelum masehi. Sekilas, mungkin kayu manis tampak seperti lapisan kulit kayu biasa. Kayu manis berasal dari lapisan dalam kulit kayu dari jenis pohon cemara, yaitu genus cinnamomum.
Bahan ini merupakan rempah yang memiliki tekstur kering, meski tak jarang juga berbentuk bubuk setelah dihaluskan. Padahal, tanaman ini juga memiliki proses budidaya yang cukup lama. Kayu manis memiliki aroma rempah aromatik yang sangat khas.
Cita rasanya pun sedikit manis, pedas, dan memiliki sensasi selayaknya rasa kayu. Bumbu dapur ini dipercaya memiliki kandungan yang sangat baik untuk sistem kardiovaskuler, termasuk untuk menurunkan tekanan darah.

Kulit kayu manis kerap digunakan untuk bumbu masakan daging dan ikan, serta sebagai campuran minuman. Ternyata, menyimpan batang kayu manis di dalam lemari es akan mengurangi intensitas rasanya.
Batang kayu manis yang belum dibuka dapat bertahan hingga bertahun-tahun. Kayu manis bisa bertahan lama jika disimpan di tempat yang kering dan jauh dari sinar matahari. Jadi, sebaiknya jika Anda memiliki kayu manis di rumah dengan stok banyak dan masih ingin digunakan, maka jangan disimpan di kulkas.
Kayu manis juga memiliki beberapa sebutan naman yaitu holim (Batak), kulik manih (Minangkabau), mentek (Sunda), manis jangan (Jawa), cingar kanyengar (Madura), dan puudinga (Flora).
- Bubuk Cabai
Bubuk cabai adalah campuran rempah yang terbuat dari cabai kering yang digiling dan rempah-rempah lainnya, seperti jinten, bubuk bawang putih, dan oregano. Bahan ini tidak hanya memberikan cita rasa tambahan pada makanan Anda, tetapi juga memiliki profil nutrisi yang mengesankan.
Kaya akan vitamin A dan C, manfaat kesehatan dari bubuk cabai diantaranya adalah meningkatkan metabolisme. Capsaicin, senyawa yang bertanggung jawab atas rasa pedas pada cabai, telah terbukti meningkatkan laju metabolisme dan membantu membakar kalori dan mengurangi peradangan.
Antioksidan dalam bubuk cabai membantu melawan peradangan dan dapat mengurangi risiko penyakit kronis. Jika Anda menyukai bubuk cabai dan biasa mencampurkannya dalam setiap makanan, maka tidak dianjurkan untuk menyimpan bubuk cabai di dalam kulkas.

Hal ini akan menyebabkan kondensasi di dalam wadah yang dapat merusak rasa dan mendorong pertumbuhan jamur pada bubuk halus. Selain itu, memasukkannya ke dalam kulkas hanya akan menghilangkan rasa karena justru akan menggumpal.
Oleh karena itu, simpan bubuk cabai di lemari, jauhkan dari cahaya langsung, dan gunakan wadah kedap udara atau buram untuk mempertahankan warnanya. Untuk menjaga kesegaran dan kualitas bubuk cabai, simpanlah dalam wadah kedap udara, jauhkan dari sinar matahari langsung dan panas.
Idealnya, simpanlah di dapur atau lemari yang sejuk dan gelap.
- Bawang Putih
Bawang putih merupakan bumbu dapur yang umum digunakan dalam masakan. Bahan ini merupakan angota bawang-bawangan yang populer di dunia. Ada berbagai macam bawang putih yang dibudidayakan, seperti bawang putih kating, tunggal, gajah, dan shin chung.
Bawang putih masuk ke Indonesia sekitar abad ke-19. Mulanya, tanaman ini dibawa oleh pedagang Tiongkok dan India. Biasanya, bawang putih digunakan dalam masakan yang beragam, seperti sup, tumisan, bumbu marinasi, maupun gorengan.

Untuk kesehatan, bawang putih juga dikatakan mengandung 19 asam amino. Seperti diketahui, asam amino sangat penting bagi fungsi tubuh dan bisa membangkitkan tenaga selama 75 persen.
Bawang putih dapat mempertahankan rasanya saat dibekukan. Tetapi bawang putih dapat menjadi pahit saat dibekukan dan dicairkan serta menghasilkan bau menyengat yang meresap ke makanan lain jika disimpan di freezer.
Tonton video : Manfaat Jahe
- Bawang merah
Bawang merah berasal dari Asia Tengah dan Tenggara. Bumbu dapur ini merupakan salah satu bahan yang kerap digunakan untuk memasak. Bawang merah menjadi salah satu bahan penting yang selalu ada di dapur.
Hal ini karena memang semua olahan masakan membutuhkan keberadaannya, sehingga bawang merah seolah jadi bahan yang penting. Perlu diketahui, bawang merah sangat sensitif terhadap lingkungan yang basah dan lembap.

Sedangkan jika dibekukan, dapat merusak dinding sel bawang merah, membuat teksturnya menjadi lembek dibandingkan saat segar. Ini juga mempengaruhi rasa yang akan terasa berbeda. Oleh karena itu, baiknya simpanlah pada suhu kamar yang hangat dan jauhkan dari kelembaban.
Simpan bawang merah di wadah yang kering dan terbuka supaya sirkulasi udaranya lancar. Jangan menyimpan bawang merah dekat dengan sumber air dalam rumah, seperti wastafel. Karena bawang merah ternyata butuh tempat penyimpanan dengan ventilasi yang baik untuk kelancaran sirkulasi udara.
Bawang merah yang masih utuh, terutama belum dikupas, sebaiknya jangan disimpan di dalam lemari es karena justru tidak akan bertahan lama.
- Cengkeh
Cengkeh merupakan jenis tumbuhan perdu yang memiliki nama latin Syzygium aromaticum. Rempah ini memiliki daun yang berwarna hijau dengan bentuk bulat telur memanjang. Cengkeh merupakan salah satu rempah asli Indonesia yang telah dikenal sejak lama.
Rempah ini memiliki aroma yang khas dan sering digunakan sebagai bumbu masakan dan bahan campuran obat-obatan. Cengkeh biasanya dimanfaatkan sebagai rempah yang banyak digunakan untuk bumbu masakan.
Menambahkan cengkeh utuh atau bubuk ke dalam hidangan bisa membuat masakan memiliki aroma dan rasa yang khas. Aroma cengkeh yang khas ini dihasilkan dari senyawa eugenol, yaitu senyawa tajam dan ampuh yang dikenal dengan sifat penghilang rasa sakit yang kuat.

Cengkeh memiliki banyak nama lokal. Seperti wunga lawang di Bali, cangkih di Lampung, sake di Nias, sinke di Flores, canke di Ujung Pandang atau Makassar, gomode di Halmahera dan Tidore, dan bungeu lawang di Gayo.
Cengkeh memiliki minyak yang beraroma tajam. Minyak cengkeh bisa menjadi sumber aroma pada semua jenis pangan seperti sosis, asinan, dan gula-gula. Cengkeh harus disimpan dalam kondisi kering.
Karena jika dimasukkan dalam kulkas dan mengalami pembekuan akan mengurangi rasa kuatnya. Selain itu juga bisa meningkatkan risiko perkembangan jamur. Sehingga, baiknya cengkeh yang masih utuh disimpan dalam wadah kering dan kedap udara.
- Kemangi
Kemangi merupakan jenis lalapan yang sangat populer di Indonesia. Daun kemangi merupakan tanaman herbal yang termasuk dalam keluarga mint lamiaceae. Kemangi memiliki daun berwarna hijau muda dan halus berbentuk lonjong.

Daun kemangi kaya akan minyak atsiri yang bertanggung jawab atas rasa spesifik tanaman. Ada lebih dari 40 aroma kemangi. Jenis yang paling menyengat adalah kemangi Genoa dan Neapolitan. Daun kemangi yang utuh maupun sudah dipotong bisa dibekukan di dalam kulkas.
Namun, setelah mencair, daun kemangi akan mudah menghitam. Daun kemangi yang membusuk dan rusak, tidak sedap untuk dipandang meskipun masih bisa dikonsumsi. Jadi, sebaiknya simpan kemangi segar di luar kulkas.
Baca juga : Kaya Khasiat, Simak Deretan Rempah Bukan Sembarang Remah-Remah Berikut!






