Mager? Ingat Sedentary Lifestyle Bahaya Bagi Kesehatan

Sedentary Lifestyle - Mager bisa bahaya bagi kesehatan
Ilustrasi kebiasaan mager. (Pexels.com/Ketut Subiyanto)

Jatengkita.idSedentary lifestyle adalah kebiasaan hidup yang minim aktivitas fisik atau gerakan. Gaya hidup seperti ini dianggap tidak sehat karena dapat membawa berbagai risiko kesehatan. Simak selengkapnya!

Individu yang menjalani sedentary lifestyle cenderung lebih banyak duduk atau berbaring dengan sedikit atau bahkan tanpa melakukan olahraga.

Perempuan cenderung lebih banyak menjalani gaya hidup tidak aktif ini dibandingkan dengan laki-laki. Selain itu, banyak pekerja yang tanpa sadar menerapkan sedentary lifestyle, terutama pekerja kantoran yang menghabiskan sebagian besar waktunya duduk di depan meja kerja.

Peneliti Stanford: Indonesia jadi Negara Paling "Mager" di Dunia - GoodStats

Dampak dari sedentary lifestyle ini tidak bisa dianggap remeh, karena kurangnya aktivitas fisik dapat memicu berbagai masalah kesehatan seperti obesitas, penyakit jantung, dan gangguan metabolisme.

Oleh karena itu, penting bagi setiap orang untuk meningkatkan aktivitas fisik dalam kesehariannya agar terhindar dari bahaya kesehatan yang disebabkan oleh gaya hidup tidak aktif ini.

Bahaya Sedentary Lifestyle Bagi Kesehatan

Individu yang menerapkan sedentary lifestyle biasanya memiliki tingkat aktivitas fisik yang sangat rendah atau bahkan tidak ada sama sekali. Kurangnya gerakan atau aktivitas ini dapat membawa berbagai risiko kesehatan, di antaranya:

  1.   Menurunkan Imunitas Tubuh

Orang yang menjalani sedentary lifestyle cenderung memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, terutama jika gaya hidup ini dijalankan dalam jangka waktu yang lama.

Awas, Sistem Imun Berkurang Seiring Bertambahnya Usia

Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa kurangnya aktivitas fisik selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan dapat mengakibatkan penurunan pada sistem imun tubuh.

Akibatnya, individu yang jarang bergerak menjadi lebih rentan terhadap infeksi dan penyakit. Ketidakaktifan fisik yang berkepanjangan tidak hanya melemahkan pertahanan tubuh terhadap patogen, tetapi juga dapat memperburuk kondisi kesehatan secara keseluruhan.

Selain itu, dapat meningkatkan risiko terkena berbagai penyakit kronis. Oleh karena itu, sangat penting untuk mempertahankan tingkat aktivitas fisik yang cukup guna menjaga sistem kekebalan tubuh tetap kuat dan efektif.

  1.   Obesitas

Karena individu yang menjalani sedentary lifestyle cenderung kurang aktif bergerak, tubuh mereka membakar lebih sedikit kalori.

Obesitas - Rumah Sakit Panti Rapih

Akibatnya, lemak dalam tubuh dapat menumpuk, yang menyebabkan peningkatan berat badan. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memicu terjadinya obesitas.

Penelitian juga mendukung fakta ini. Sebuah studi mengungkapkan bahwa kebiasaan duduk selama 8 jam atau lebih setiap hari dapat secara signifikan meningkatkan risiko obesitas.

Kurangnya aktivitas fisik tidak hanya mengurangi pembakaran kalori, tetapi juga memperlambat metabolisme tubuh, yang semakin memperburuk penumpukan lemak dan berat badan.

Oleh karena itu, sangat penting untuk mengimbangi waktu duduk yang lama dengan aktivitas fisik yang cukup untuk mencegah risiko obesitas dan masalah kesehatan lainnya yang terkait dengan sedentary lifestyle .

  1.   Meningkatkan resiko terkena Diabetes tipe 2

Individu yang mengadopsi sedentary lifestyle berisiko lebih tinggi untuk menderita diabetes tipe 2. Risiko ini bahkan bisa meningkat hingga 112%. Ini disebabkan oleh kurangnya aktivitas fisik yang dapat memicu resistensi insulin.

Resistensi insulin adalah kondisi di mana tubuh tidak merespons insulin dengan baik, yang menyebabkan peningkatan kadar gula dalam darah.

Penyakit Diabetes Melitus Tipe 2 - Definisi, Penyebab, Gejala, dan Tata  Laksana | AI Care

Jika tidak diatasi, penumpukan gula dalam darah ini pada akhirnya dapat menyebabkan terjadinya diabetes tipe 2.

Oleh karena itu, penting bagi individu yang menjalani sedentary lifestyle untuk menyadari risiko ini dan mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan aktivitas fisik mereka demi menjaga kesehatan insulin dan mencegah diabetes.

  1.   Meningkatkan resiko terkena penyakit jantung

Efek negatif terhadap kesehatan dari sedentary lifestyle juga termasuk peningkatan risiko penyakit jantung.

sedentary lifestyle tingkatkan risiko sakit jantung

Ini disebabkan oleh kurangnya aktivitas fisik yang dapat mengakibatkan peningkatan tekanan darah dan kolesterol dalam tubuh.

Ketika tekanan darah meningkat, pembuluh arteri yang mengalirkan darah ke jantung dapat menjadi menyempit atau bahkan rusak. Kondisi ini dapat menjadi pemicu utama terjadinya penyakit jantung.

Di sisi lain, tingginya kadar kolesterol dalam tubuh dapat menyebabkan penyempitan atau pengerasan pembuluh darah, yang dikenal sebagai aterosklerosis.

Aterosklerosis juga berkontribusi terhadap perkembangan penyakit jantung dengan menghambat aliran darah ke jantung.

Oleh karena itu, penting bagi individu untuk memperhatikan tingkat aktivitas fisik mereka guna mengurangi risiko terkena penyakit jantung dan menjaga kesehatan jantung secara keseluruhan.

  1.   Meningkatkan resiko terkena gangguan mental

Tidak hanya memiliki dampak negatif pada kesehatan fisik, sedentary lifestyle juga dapat meningkatkan risiko gangguan mental, seperti depresi dan kecemasan.

sedentary lifestyle picu gangguan mental

Hubungan antara sedentary lifestyle dan gangguan mental masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Namun, dugaan muncul bahwa banyaknya waktu yang dihabiskan dalam keadaan duduk atau berbaring dapat mengakibatkan isolasi sosial.

Orang dengan kebiasaan ini cenderung mengurangi interaksi dengan lingkungan sekitar dan aktivitas yang disukai. Kondisi ini dapat menyebabkan perasaan kesepian dan kecenderungan untuk merasa tertekan.

Oleh karena itu, penting untuk menyadari bahwa tidak hanya tubuh yang terpengaruh oleh sedentary lifestyle, tetapi juga kesejahteraan mental.

Meningkatkan aktivitas fisik dan mencari keseimbangan antara waktu duduk dan aktivitas yang lebih aktif dapat membantu menjaga kesehatan mental secara keseluruhan.

Sedentary lifestyle dapat menyebabkan berbagai penyakit yang tanpa disadari dapat meningkatkan risiko kematian dini. Jika Anda telah cenderung kurang aktif, sangat penting untuk segera mengubah pola hidup Anda demi menjaga kesehatan.

Meskipun mengubah menjadi gaya hidup yang lebih aktif bisa menjadi tantangan, Anda bisa memulainya secara perlahan.

Anda dapat memulai dengan olahraga ringan secara bertahap, dan meningkatkan intensitas serta durasinya seiring waktu.

Bagi yang lebih suka berada di rumah, masih ada banyak aktivitas yang dapat dilakukan daripada hanya duduk atau berbaring. Misalnya, membersihkan kamar, menggosok lantai kamar mandi, atau merapikan halaman rumah.

Bagi pekerja yang banyak menghabiskan waktu duduk, disarankan untuk berdiri setiap jamnya. Jika memungkinkan, Anda juga dapat menggunakan tangga daripada lift.

Bahkan, luangkan waktu untuk melakukan sedikit olahraga di tempat kerja, meskipun hanya sesaat.

Jika Anda merasa sulit untuk meninggalkan sedentary lifestyle, penting untuk berkonsultasi dengan dokter, terutama jika hal tersebut telah mempengaruhi kesehatan Anda secara negatif.

Dokter dapat memberikan saran dan bantuan yang dibutuhkan untuk memulai perubahan gaya hidup yang lebih sehat.

Writer: Laila LunaEditor: Hayadi H

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *